Runtuhnya Opini Hoax Terhadap Hijab

0
436

Oleh: Nurfitrianti
Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP, UMRAH

Di dunia Islam mampu menjadi agama mayoritas, namun tidak begitu dengan umatnya yang belum mampu mengislamkan keislamannya. Pasalnya, Islam itu dikenal rahmatan lil ‘alamiin belum mampu difahami secara menyeluruh. Keislaman yang belum menyeluruh inilah yang menjadi akar mengedepankan rasional dari pada dalil dalam beragama, sehingga munculah berbagai hoax terhadap syari’at agama yang salah satunya tentang berhijab.

Hijab merupakan identitas seorang wanita yang mengakui dirinya muslim. Identitas bukan untuk mengkotak-kotakkan derajat manusia, namun identitas yang ditunjukkan islam kepada wanita disini ialah tanda penghormatan dan penghargaan islam kepada wanita sebagai insan yang mulia, yang sudah sepantasnya dihargai, dijaga, diperhatikan, dan dilayani bak seorang permaisuri kerajaan.

Yang dengan identitas tersebut ia mudah di kenali sebagai muslimah, sehingga tidak diganggu sebagaimana Allah subhanahu wata’alaa berfirman “ Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang (Q.S Al-Ahzab;59). Dan dalam Al-Qur’an surah An-Nur :30 “ Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya …..”.
Dari kedua dalil ini ada beberapa hal yang perlu di pahami bahwa:
· Q.S An-Nur ; 31 memerintahkan untuk menutup dada dengan kerudung (dalam al-qur’an disebut khumur atau khimar yang bermakna kerudung yang menutupi kepala, leher dan menjulur hingga dada depan maupun belakang).
· Q.S Al-Ahzab : 59 memerintahakan wanita mukminah untuk menutup tubuh yang menjadi auratnya dengan jilbab ( jilbab artinya pakaian longgar yang dijulurkan keseluruh tubuh yang tidak membentuk tubuh dan tidak transparan).
· Hijab dalam bahasa Arab artinya “penghalang” selain itu juga dimaknai sebagai sesuatu yang menutupi atau menghalangi diri. Dalam keilmuan islam hijab lebih tepat merujuk pada tatacara berpakaian yang pantas sesuai tuntunan agama.Sehingga dapat disimpulkan bahwa muslimah yang berhijab ialah yang mengulurkan jilbab keseluruh tubuhnya dan menutupi kepala, leher dan dadanya dengan khimar atau kerudung.

Jelas sudah Allah subhanahu wata’alaa mengabarkan perintah berhijab dalam Alquran yang diyakini sebagai petunjuk kehidupan umat manusia sehingga berhijab bukanlah pilihan, dan harus menunggu kesiapan namun ianya kepastian kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai seorang mukmin yang taat. Ketika berhijab dianggap sebagai dosa kecil maka katahuilah bahwa dosa besar berawal dari kumpulan dosa-dosa kecil yang dilakukan. Ketika setiap manusia menyadari ianya tidak pernah lepas dari kehilafan dan kesalahan , kesadaran akan kotornya hati ini tidak pantas menjadi penghalang untuk melaksanakan kewajibannya menutup aurat, karena hijab bukan menjadi topeng kekotoran hati sehingga terfikir untuk memperbaiki hati baru memperbaiki penampilan namun hijab langkah awal kebaikan yang menuntun pada perbaiakan hati dan diri yang kotor bak tetesan air hujan pertama yang jatuhsehingga akhirnya tetesan itu mampumenghancurkan sebuah batu menjadi butiran pasir, wanita yang berhijab bukan berarti sudah baik namun dengan berhijab menjadi tanda ia mau menjadi lebih baik.

Islam sangat menghargai hak asasi manusia, setiap orang tentunya memiliki hak untuk bebas menentukan piihan hidupnya namun yang perlu dipahami kebebasan bukan melakukan apapun yang kita suka namun kebebasan ialah melakukan sesuatu yang baik tanpa memperdulikan dan terpengaruh dengan apa yang orang lain katakan.

Islam memandang wanita sosok yang sangat istimewa. Begitu mulianya wanita sehingga Allah subhanahu wata’alaa meletakkan surga ditelapak kakinya, pentingnya kedudukan wanita sehingga dikatakan hancurnya sebuah negara karena kehancuran wanita, begitu terhormatnya sosok wanita sehingga Rasullullah menyebutkan 3 kali ibu lebih pantas dihormati dari pada ayah, dan berharganya wanita sehingga dalam salah satu hadisnya Rasulullah menyebutkan “Dunia ialah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita shalihah. Karena itu hijab yang dikenali sebagai identitasnya muslimah bukan hal sepele untuk di sendaguraukan dan dinomorduakan dalam pilihan hidup ini, tetapi hijab kewajiban mutlak yang diperntukkan untuk semua wanita yang mengaku dirinya muslimah yang berusaha menjadi shalihah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here