Rustam Jadi Tersangka Korupsi Pasar Miring

0
615
KACABJARI Natuna di Anambas Bayanullah (kiri) ketika memberi penjelasan kasus yang menjerat Ketua Koperasi Rustam terhadap pembangunan Pasar Payalaman yang miring di ruang kerja Kajari Natuna, Selasa (22/5). F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna tetapkan Ketua Koperasi Sekarwangi Desa Payalaman, Kecamatan Palmatak bernama Rustam sebagai tersangka Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Topikor) pembangunan Pasar Tradisional.

Penyidik sudah memiliki cukup alat bukti, dalam menetapkan Ketua Koperasi sebagai salah satu tersangka terkait dugaan kasus Tipikor. ”Proses penyidikan pasar tradisional ini berjalan sejak Februari 2018 lalu. Kondisi pasar yang dibangun tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat sejak dibangun,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa (Kacabjari), Muhammad Bayanullah, Selasa (22/5).

Bayan menerangkan, indikasi kerugian negara mencapai Rp810 juta. Sementara, nilai pembangunan pasar tradisional yang dikucurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2013 sekitar Rp900 juta.

”Program pembangunan pasar ini merata seluruh Indonesia oleh Kemenkop pada tahun 2013 lalu. Tetapi di Anambas (Palmatak), pelaksanaan nya tidak selesai dan kegiatannya banyak dipecah-pecah, akhirnya pasar menjadi miring,” terangnya.

Bayan menambahkan, dari keterangan 40 saksi diperoleh informasi bahwa anggota koperasi tidak pernah dilibatkan oleh ketua koperasi terkait pembangunan pasar dan konfirmasi terkait belanja bahan bangunan ke toko juga fiktif.

”Akhirnya kita memutuskan untuk mendatangkan ahli kontruksi dari UNRI dan LKPP, untuk memastikan kondisi pasar tradisional. Kemudian kita ekspos ke BPK RI di Batam, ternyata auditor mengakui ada indikasi kerugian negara. Maka segera lah kita tetapkan ketua koperasi sebagai tersangka,” jelasnya.

Bayan mengakui, saat ini belum dilakukan penahanan terhadap ketua koperasi karena sedang melengkapi berkas. ”Masih proses melengkapi berkas. Selama ini juga beliau (ketua koperasi) kooperatif mudah-mudahan kedepan juga tetap kooperatif,” ucap dia.

Bayan juga menyinggung, kasus korupsi pasar tradisional tersebut bukan tindakan tunggal melainkan koorporasi. ”Tersangkanya bisa bertambah. Kami akan segera dalami,”tutupnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here