Rute Feri Macet, Harga Barang Naik

0
402
SUASANA Rumah Makan Padang milik Uda Khairul yang berada di Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Anambas. f-Indra Gunawan/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Pemilik Rumah Makan Padang yang berada di Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan mengeluhkan dengan kenaikan harga barang baku.

Penyebabnya, moda transportasi laut tidak lancar dan terpaksa harga dagangannya dinaikkan.

Sehingga, pelanggannya ada yang keberatan pada Senin (24/9) siang dan akan berdampak berkurangnya daya beli.

Khairul selaku pemilik Rumah Makan Padang di Tarempa mengatakan, harga dagangan yang dijualnya mengalami kenaikan harga dan hal itu diakibatkan harga barang baku mengalami kenaikan juga.

Selain itu, dikarenakan bahan baku yang biasanya dibeli di Kota Batam menggunakan kapal feri cepat rute Batam dan Anambas tidak berlayar lagi sejak beberapa minggu terakhir pada bulan ini.

”Iya, kami hari ini mulai menaikkan harga dagangan kami ke pelanggan. Itu dikarenakan beberapa hal, diantaranya harga barang baku naik juga dan kapal feri tidak berlayar lagi,” kata Khairul, Senin (24/9).

Ia menjelaskan, ketika ada pelayaran feri rute Batam dan Anambas pihaknya bisa membeli barang baku dengan nilai harga yang masih dikatakan cukup memadai.

Tetapi saat ini, dengan kondisi transportasi macet maka mereka beralih belanja barang ke Kota Tanjungpinang.

”Nilai harga barang di kota Tanjungpinang, dengan kota Batam memiliki perbedaan dan tentunya lebih murah di Batam,” terang Khairul.

Dengan demikian, beberapa pelanggan merasakan dampaknya akibat dagangan makanan yang dijual menjadi naik. Sebab, biasanya nasi ditambah lauk Ikan atau ayam gulai diberi harga sebelumnya sebesar Rp20 ribu per porsi tetapi hari ini pihaknya memberi nilai harga semacam itu sebesar Rp25 ribu.

”Sebenarnya kami sudah lama mempertahankan tekanan harga barang seperti kondisi saat ini, namun saya tidak mampu juga. Akhirnya terpaksa kami naikan juga harga jual dagangan,” ujarnya.

Ia tidak menafikan, bahwa bukan rumah makan miliknya saja yang mengalami kenaikan masih banyak rumah makan padang atau restoran lainnya melakukan hal yang sama.

Harapan dia, pelanggan agar dapat mengerti tentang kenaikan harga dagangan yang dijualkannya.

Sudah tentu dia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda), dapat memberikan solusi agar bahan baku tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Ia juga tidak ingin hal ini akan berdampak tidak baik terhadap dagangan yang digelutinya dan mereka juga bagian dari pelaksana retribusi yang pasti.

”Mudah-mudahanlah Pemda akan berikan solusi yang baik terhadap harga barang saat ini,” pungkas dia. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here