Saatnya Membangun Desa Ekowisata

0
397
Dewi Susanti

Oleh: Dewi Susanti
Mahasiswa Prodi Akuntansi KKN P2EM STIE Pembangunan Kelompok 14 Desa Lancang Kuning

Beberapa tahun terakhir dunia pariwisata mengalami pertumbuhan yang terus meningkat pesat, bahkan menjadi trend dunia. Fenomena ini bukan semata karena pemerintah pusat menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber ekonomi unggulan. Kondisi tersebut juga sebagai dampak positif munculnya kesadaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat akan pentingnya pariwisata sebagai sumber ekonomi daerah yang potensial. Desa-desa yang berpotensi namun belum berkembang masih banyak ditemui di belahan Indonesia.

Kepulauan Riau merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang secara keseluruhan terdiri dari 2 Kota, 5 Kabupaten, 42 Kecamatan, serta 256 Kelurahan/Desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan kecil dimana 40% belum bernama dan berpenduduk.

Desa Lancang Kuning berada di Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan. Luas wilayah Desa Lancang Kuning ± 10.500 H² dimana Sebelah Utara berbatasan langsung dengan Tanjung Uban Utara, Sebelah Selatan Desa Busung, Sebelah Barat Tanjung Uban Timur, dan Sebelah Timur Desa Sebong Preh. Desa Lancang Kuning berwilayah jauh dari Pusat Pemerintahan yaitu Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan 4 Km, Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota 83 Km, Jarak dari Ibukota Kabupaten 41 Km, dan Jarak dari Ibukota Provinsi 98 Km. Desa Lancang Kuning merupakan daerah agraris sehingga mayoritas pekerjaan masyarakat Desa Lancang Kuning adalah petani.

Berbicara mengenai desa ekowisata, langsung terbesit dibenak beberapa objek wisata alam di Indonesia yang telah mendapat stempel ”ekowisata”. Organisasi The Ecotourism Society (1990) mendefinisikan ekowisata adalah ”suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan serta melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat”. Mudahnya, ekowisata ini merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan, menekan pelestarian lingkungan (konservasi), pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakatnya serta mengandung unsur edukasi.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk kegiatan mahasiswa yang merupakan cara interaksi mahasiswa dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Dengan adanyan KKN diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat agar lebih dinamis, peka dan menumbuhkan jiwa kemandirian dalam usaha melaksanakan pembangunan diwilayahnya. Desa Lancang Kuning selain masyarakatnya bekerja sebagai petani, peternak juga membuka usaha kecil dalam bentuk warung klontong dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Menurut kami, Desa Lancang Kuning ini sangat cocok dikategorikan sebagai Desa Ekowisata. Ada banyak potensi yang kami temukan selama berkeliling dengan mengayuh sepeda sambil menghirup sejuknya udara yang jauh dari polusi ini. Beberapa sentra wisata yang mengagumkan menjadi pelengkap perjalanan kami.

Pertama perkebunan salak, dimana pengujung bisa menyaksikan indahnya alam asri dan juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pemetikan salak, penanaman salak, pemeliharaan salak, dan yang lebih menabjubkan pengunjung dapat merasakan buah salak dari pemetikannya sendiri, selain itu juga adanya perkebun jagung, kedondong dan hasil perkebunan lainnya. Kedua peternakan madu kelulut dari lebah kelulut. Ketiga perikanan konvensional dimana produksi utamanya adalah ikan bawal,nila gurame. Keempat penanaman berbagai tanaman hias. Kelima patung sapi yang menjadi ikon bahwa warga sekitar Lancang Kuning berternak sapi. Keenam waduk Desa Lancang Kuning yang menjadi pengawal perjalanan menuju Desa Lancang Kuning. Terakhir, ini yang menjadi sentra produksi terbesar di Desa Lancang Kuning yaitu produksi buah salak yang menghasilkan produk makanan bernilai rasa tinggi.

Melihat eksistensi Desa Lancang kuning yang berlimpah Sumber Daya Alam (SDA), bahwa kawasan ini pantas diperkenalkan sebagai Desa Ekowisata yang memiliki beragam potensi serta bernilai histori tinggi. Berikut beberapa alasan mengapa Ekowisata Desa Lancang Kuning ini harus dikembangkan secara kontinyu :
·Menawarkan pola wisata ramah lingkungan
·Meningkatkan perekonomian dan sosial masyarakatnya
·Mengembangkan produk lokal

Untuk kemajuan dan perkembangan Desa Lancang Kuning perlu adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten demi menunjang masyarakat yang madani. Harapannya, semoga tercipta sinergi antara pemerintah daerah, pengelola ekowisata Desa Lancang Kuning, para wisatawan dan masyarakat localnya sehingga pengembangan desa ekowisata ini dapat berjalan lancar dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here