Sabu Disimpan di Anus, Sepatu dan Hotel

0
559
PARA pelaku saat dibawa petugas Polda Kepri, kemarin.

Juli, Polda Tangkap 4,6 kg Narkoba Dari 16 Pelaku

Narkoba terus menggerogoti bangsa ini. Mengedarkan narkoba masih terus dijadikan bisnis gelap para pelaku. Meski pelakunya banyak yang sudah masuk sel, namun pelaku lainnya terus tumbuh subur.

NATUNA – APARAT keamanan pun tidak pernah tidur dibuat para pelaku. Mengintai para pelaku menjadi tugas sehari-hari para petugas. Aparat Polda Kepri misalnya, berkat kerja kerasnya berhasil mengamankan 16 pelaku pengedar narkoba selama Juli.

Para pelaku tetap nekat. Meski bandara dijaga ketat, namun pelaku tetap berupaya meloloskannya lewat bandara. Juli lalu, ada tiga kasus pembawa narkoba yang diamankan di Bandara Hang Nadim.

Barang bukti yang diamankan dari sembilan kasus dengan 16 orang pelaku itu sebagian dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan, Selasa (14/8) di Batam.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari sembilan kasus yang diungkap Polda Kepri. Pemusnahan dilakukan Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol K Yani Sudarto dihadiri perwakilan BNNP Kepri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan lainnya.

Baca Juga :  Sambau dan Sembulang Jadi Lokasi Opster TNI AL

Dari sembilan kasus, ada 16 orang tersangka. Dengan barang bukti yang berhasil disita, 4.600,69 gram atau 4,6 Kg sabu. Sementara yang dimusnahkan, sebanyak 3.652,69 gram sabu.

Sedangkan sisanya seberat 948 gram sabu disisihkan dengan perincian, 534 gram dikirim ke Labfor Cabang Medan dan sebanyak 94 gram untuk pembuktian di persidangan.

”Sekitar 320 gram tidak dimusnahkan berdasarkan penetapan dari Kejakasaan Negeri Bintan dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang,” kata Yani.

Dibeberkannya, barang bukti itu diamankan dari kasus dengan tersangka IZ Alias EM dan AM, pada 15 Juli 2018. Pengungkapan dilakukan di terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim Kota Batam. Barang bukti dikemas dalam bentuk 11 kapsul dimasukkan ke dalam anus 2 orang tersangka.

Selanjutnya, pada waktu yang bersamaan, diamankan SU Alias BL di Bandara Hang Nadim. Barang bukti jenis sabu dikemas dalam 4 bungkus plastik bening transparan dan dimasukkan di dalam sepatu yang digunakan tersangka.

Narkotika tesebut didapat oleh tersangka dari seseorang (DPO) yang berada di Karimun dan akan dibawa oleh tersangka dari Batam dengan tujuan ke Surabaya Jawa Timur.

Baca Juga :  Speedboat Dimodifikasi, Tanjungpinang Jadi Sasaran

Kemudian ada tersangka SW Alias S, yang diamankan di Bandara Hang Nadim. Barang bukti narkotika jenis sabu dikemas di dalam satu bungkus plastik bening transparan dan dimasukkan di dalam tas jinjing/tas pakaian yang dibawa pelaku.

Narkotika tesebut didapat oleh tersangka dari TSK RF alias P di Batam dan akan dibawa oleh tersangka dari Batam dengan tujuan ke Palembang Sumsel.

Sementara tersangka RF Alias P yang diamankan di testauran JCO BCS Mall dan Hotel Gideon Kamar Nomor 507 Kota Batam. Barang bukti narkotika jenis sabu dikemas dalam bentuk 20 kapsul yang disimpan didalam brankas kamar nomor 507 hotel Gideon Batam.

Narkotika tesebut didapat oleh tersangka dari seseorang (DPO) yang berada di Batam untuk disimpan oleh tersangka sambil menunggu apabila ada yang akan membelinya. Tangkapan lain diantaranya dengan tersangka Z Alias Z, MT Alias T dan AM Alias A diamankan di terminal keberangkatan bandara.

Baca Juga :  21 TKI Ilegal dan 2 Tekong Diamankan Polda Kepri di Bintan

Ada juga tersangka SU Alias l dan AF Alias A diamankan di Lobi Hotel Artha, Jalan Pengadaian No. 8-9 Tanjung Balai Karimun dengan barang bukti sabu didalam 22 bungkus plastik bening transparan.

Tersangka lain diamankan, AG dan MA di pinggir jalan Kampung Melayu Bukit Jodoh II RT 1 Kel. Sungai Panas, Batam. Sabu disimpan di dalam kotak parfum dan bungkusan roti. Ada tersangka berinisial AS Alias AL, diamankan di parkiran pelabuhan ASDP Tanjunguban Bintan.

Terakhir, tersangka AS Alias AN, IA dan Al, yang diamankan di jalan depan pintu keberangkatan Bandara Raja Haji Fisabillillah (RHF) Tanjungpinang.

Para tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here