Sabu Malaysia Disimpan di Celana Dalam

0
641
JUMPA PERS: Pihak BC dan Polres saat jumpa pers penangkapan penumpang yang membawa sabu di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Selasa (12/9). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Petugas Bea dan Cukai (BC) tipe Madya Pabean B Tanjungpinang mengamankan Hendra (27) yang membawa narkoba jenis sabu dari Malaysia di Pelabuhan International Sri Bintan Pura (SBP), Selasa (12/9).

Dari tangan pelaku diamankan empat paket sabu seberat 173 gram yang disimpan dalam celana dalam. Sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Lombok. Kepala BC Tanjungpinang, Duki, mengatakan, sekitar pukul 11.45 petugas BC KPPBC Tanjungpinang yang bertugas di Pelabuhan Fery Internasional melakukan pencegahan masuknya Psikotropika Golongan l berupa sabu yang dibawa Hendra (27) Warga Negara Indonesia menggunakan MV Sentosa 9. ”Pelaku berangkat dari Pelabuhan Situlang Laut Malaysia tujuan Tanjungpinang,” katanya.

Duki menyebutkan, pada awalnya petugas BC mencurigai tingkah laku salah satu penumpang lalu dilakukan pemeriksaan fisik. Petugas mencurigai sesuatu yang disembunyikan di celana dalam penumpang tersebut.

Selanjutnya petugas memeriksa seluruh barang bawaan dan bagian tubuh penumpang tersebut di ruang pemeriksaan dan ditemukan sabu tersebut.
Selanjutnya Petugas membawa pelaku ke KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang untuk diakukan pemeriksaan lebih lanjut. ”Pengakuan pelaku, barang tersebut diberikan oleh seorang yang berinisial D di Malaysia,” sebutnya.

Duki menyebutkan, pengakuan tersangka diperintahkan untuk membawa barang tersebut menuju Lombok melalui Tanjungpinang dan setelah dilakukan pencacahan jumlah berat bruto sabu adalah 173 gram. ”Dari pengakuan tersangka baru satu kali ke Tanjungpinang. Namun dari paspornya sudah tercatat dua kali yakni Agustus dan September,” jelasnya.

Atas perbuatan pelaku tersebut telah melanggar Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu Menyembunyikan Barang Impor Berupa Sabu secara melawan hukum (penyelundupan) di pelabuhan. Atau mengimpor Psikotropika Golongan 1 sebagaimana dimaksud Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menjelaskan, diperkirakan kalau dinilaikan dengan rupiah sekitar seratusan juta. Saat ini kasus ini masih didalami. Dari hasil tes, urine pelaku positif narkoba. ”Kasus pencegahan sabu ini dilimpahkan kepada Polres Tanjungpinang untuk dilakukan proses penyidikan,” tuturnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here