Sabu-sabu Disimpan di Brangkas Sat Narkoba

0
1058
SIDANG SABU-SABU: AKP Dasta Analis (berdiri) saat menjalani sidang perdana dugaan pengelapan barang bukti sabu-sabu di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (27/11).f-raymon/tanjungpinang pos

Sidang Perdana Mantan Kasat Narkoba Bintan

Mantan Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Dasta Analis menjalani sidang perdana, dugaan penggelapan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (27/11).

TANJUNGPINANG – Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Trianto dan Zaldi Akhari menyebutkan, bahwa pada awalnya terdakwa Dasta setelah press rilis (konfrensi press) atas keberhasilan penangkapan dan mengunggap kasus dengan tersangka Yadi sebanyak 16 kilogram sabu-sabu, ia memanggil anggotanya untuk mengambil sebagian barang bukti itu.

”Terdakwa memanggil anggota untuk mengambil sebagian dari barang bukti sitaan narkoba tersebut guna dijual untuk mendapatkan uang. Kemudian, uang tersebut akan di gunakan untuk membayar cepu atau informan dan biaya operasional kegiatan narkoba,” katanya.

Baca Juga :  Sarden Bercacing Masih Dijual Bebas

JPU menuturkan, kemudian terdakwa diberitahu oleh saksi Indra Wijaya bawa barang bukti yang diambil saksi Abdul Kadir dan Kurniawan Tambunan telah laku terjual sebanyak 200 gram kepada Andi Nurdin alias Uting (DPO) seharga Rp 50 juta. Tetapi, Uting baru bayar Rp 35 juta.

”Dua hari kemudian baru DPO membayar uang kekurangan pembelian. Sisa barang sabu-sabu kurang lebih 300 gram yang belum terjual disimpan dalam brangkas Sat Narkoba,” sebutnya.

Setelah itu, lagi kepada saksi Abdul Kadir untuk dijual lagi seberat 16,6 gram seharga Rp 11 juta kepada Dwi Supriyanto atas seizin dan perintah terdakwa Dasta. Pada Senin (19/6) sekira pukul 05.30 saksi Abdul Kadir dan Kurniawan ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Tanjungpinang.

Baca Juga :  Gubernur Beri Isyarat ke Raja Ariza

Atas perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU N0. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Atau perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya.

Usai mendengar dakwaan dari JPU, Majelis Hakim yang dipimpin Acep dengan hakim anggota Santonius Tambunan dan Guntur Kurniawan menunda persidangan sampai enam Desember mendatang.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here