Sabuk Nusantara Urgent Bagi Kepri

0
1155
KM Sabuk Nusantara, salah satu kapal perintis yang dimiliki Kepri saat ini.

Perlahan-lahan kemaritiman Kepri diperkuat dengan banyaknya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dermaga hingga bandara. Namun tambahan moda transportasinya laut seperti KM Sabuk Nusantara sangat urgent.

TANJUNGPINANG – Kabid Angkutan dan Perhubungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Tri Musa mengatakan, mengingat jarak tempuh Sabuk Nusantara 30 dan 39 cukup jauh, maka Kepri membutuhkan kapal tambahan selayaknya dua unit untuk melayari rute yang sama. ”Kalau sekarang, sekali 10 hari belum tentu singgap kapal. Kalau ada tambahan, mungkin sekali sekali lima atau enam hari sudah ada kapal masuk,” ujarnya, kemarin.

Untuk memperkuat tol laut Kepri seperti program Presiden RI Joko Widodo, maka KM Sabuk Nusantaar 112 atau 115 yang dibangun Kementerian Perhubungan di Batam hendaknya dioperasikan di Kepri. ”Kalau dapat dua lebih bagus. Tapi tambah satu lagi sudah membantu mengurangi lamanya warga menunggu kapal masuk,” bebernya.

Ia mengatakan, jika Kepri kehilangan KM Sabuk Nusantara 112 atau 115, maka harus menunggu beberapa tahun lagi baru ada pengadaan kapal. Itu pun belum tentu Kepri kebagian. Karena itulah, kebutuhan KM Sabuk Nusantara 112 atau 115 sangat urgent untuk kebutuhan warga Kepri. ”Ini yang sedang kita bicarakan dengan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub,” bebernya.

Kepri sangat rugi apabila KM sabuk Nusantaar 112 atau 115 lepas. Sebab, dengan masuknya kapal itu, arus distribusi barang makin cepat demikian juga mobilisasi orang kian lancar di seluruh Kepri. Saat ini, 7 kabupaten/kota di Kepri sudah memiliki bandara meski sebagian dalam tahap pembangunan seperti Bandara Tambelan, Kabupaten Bintan. Sedangkan bandara lainnya sudah rampung. Sebagian bandara yang rampung itu terus dibenahi untuk memperpanjang runway.

Soal transportasi laut, masyarakat dilayani sampan, pompong, speedboat, feri hingga kapal-kapal baik kapal perintis (subsidi) dan kapal komersil (non subsidi). Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, pelabuhan kapal feri di Kepri baik domestik dan internasional cukup banyak terutama di Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.

Di Tanjungpinang sendiri, pelabuhan feri internasional ada satu. Di Batam ada empat yakni di Batamcenter, Harbour Bay, Sekupang dan Maryna City. Kapal besar seperti KM Bukit Raya dengan kapasitas penumpang 1.643 orang melayani rute Jakarta, Kijang, Letung (Anambas), Tarempa, Selat Lampa Natuna, Midai Natuna, Serasan Natuna hingga Surabaya.

Kemudian, ada juga KM Kelud yang melayani Batam (Batuampar) Medan dan Jakarta. Sedangkan kapal perintis ada tiga yakni, KM Sabuk Nusantara 30, KM Sabuk Nusantara 39 dan KM Sabuk Nusantara 62.

KM Sabuk Nusantara 30 homebase (pangkalannya) di Tanjungpinang. Biasanya kapal ini merapat di Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) yang juga tempat berlabuhnya feri dan speedboat.

Kapal ini berangkat dari Tanjungpinang menuju Kuala Maras (175 mil), Tarempa (37 mil), Midai (112 mil), Pulau Tiga (32 mil), Sedanau (20 mil), Pulau Laut (80 mil), Ranai (60 mil), Subi (65 mil), Serasan (50 mil), Sintete (105 mil), Tambelan (95 mil) lalu kembali ke Tanjungpinang (226) mil.

Seperti itulah trayek pelayaran KM Sabuk Nusantara 30 yang harus melintasi 1.057 mil atau sekitar 1.691 Km dengan lama perjalanan 12 hari. Kapal ini selalu singgah di setiap pelabuhan. Di Tanjungpinang, kapal ini biasanya singgah 3 hari sebelum berangkat kemudian.

Kemudian, KM Sabuk Nusantara 39 yang berpangkalan di Pelabuhan Srybayintan Kijang. Adapun rute kapal ini adalah dari Kijang ke Tambelan (226 mil), Pontianak (135 mil), Serasan (175 mil), Subi (50 mil), Ranai (65 mil), Pulau Laut (60 mil), Sedanau (80 mil), Pulau Tiga (20 mil), Midai (50 mil), Tarempa (232 mil), Kuala Maras (32 mil) dan kembali ke Kijang (175 mil).

Sekali perjalanan keliling Kepri dan singgah di Kalimantan, kapal ini harus melintasi 1.300 mil atau sekitar 2.080 Km dengan perjalanan sekitar dua minggu.

Sedangkan KM Sabuk Nusantara 62 home base (pangkalan)-nya di Tanjungpinang yang bergerak ke Tambelan (226 mil), Sintete (95 mil), kembali ke Tambelan (95 mil), lalu ke Tanjungpinang (226 mil), lalu ke Senayang (78 mil), Dabo (51 mil), Pulau Berhala (24 mil), Pekajang (56 mil), Blinyu (37 mil), lalu kembali ke Pekajang (37 mil), Pulau Berhala (56 mil), Dabo (24 mil), Senayang (51 mil) dan ke Tanjungpinang (78 mil).
Jarak yang ditempuh dari Tanjungpinang-Tambelan-Sintete pulang pergi (PP) sekitar 582 mil atau sekitar 931 Km. Jarak yang ditempuh dari Tanjungpinang-Senayang-Dabo-Pulau Berhala-Pekajang-Blinyu PP sekitar 246 mil atau sekitar 393 Km.

Jika naik pesawat ke dari satu daerah ke daerah lainnya di Kepri, ongkosnya sangat mahal. Misalnya dari Natuna ke Batam atau ke Tanjungpinang, harganya sangat mahal dan kapal tidak ada setiap hari.
Jika seorang warga hendak berangkat naik KM Sabuk Nusantara 30, maka ia harus berangkat dulu ke Tanjungpinang. Ia harus naik taksi lalu naik feri. Barulah dari Tanjungpinang naik KM Sabuk Nusantara 30 ke Natuna. Butuh ongkos besar untuk sampai dari satu daerah ke daerah lain di Kepri.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here