Sah, Listrik Batam Naik 45 Persen

0
948

Tak Pengaruhi Tarif Pulau Bintan

Tarif listrik Batam untuk empat golongan sah naik karena sudah disetujui Gubernur Kepri dan DPRD Kepri. Kenaikan paling tinggi 45,5 persen untuk kalangan masyarakat bawah.

Tanjungpinang – PERSETUJUAN kenaikan tarif listrik ini disepakati dalam rapat lintas Komisi II dan Komisi III DPRD Kepri di Gedung DPRD Kepri di Dompak, Kamis (16/2).

Kenaikan daya listrik untuk empat golongan tersebut bervariasi. Untuk golongan S3 dengan daya >200 VA semula harganya Rp 844/Kwh menjadi Rp 885,63 (naik 4,9 persen). Untuk golongan R1 dengan daya 1.300 VA semula harganya Rp 930/Kwh menjadi Rp 1.352,56 (naik 45,4 persen).

Untuk golongan R1 dengan daya 2.200 VA semula harganya Rp 970/Kwh menjadi Rp 1.360,48 (naik 40,2 persen) dan golongan R1 dengan daya 3.500-5.500 VA semula harganya Rp 1.422/Kwh menjadi Rp 1.508,67 (naik 6,09 persen).

Irwansyah, anggota Komisi III DPRD Kepri mengatakan, mereka menyetujui kenaikan listrik Batam sesuai usulan Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun yang disampaikan melalui Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya (Distamben).

”Dalam aturannya, gubernur sebelum menyetujui kenaikan tarif listrik Batam, harus meminta persetujuan DPRD Kepri dulu. Kita sepakat dan setuju kenaikan listrik Batam. Angkanya sama dengan usulan gubernur,” ujarnya kepada wartawan usai rapat lintas komisi, kemarin.

Tarif yang mereka setujui naik masih di bawah usulan Bright PLN Batam sebesar 58 persen atau dari harga Rp 930/Kwh menjadi Rp 1.459/Kwh sama seperti Tarif Dasar Listrik (TDL) nasional.

Irwansyah mengatakan, penerapan tarif listrik baru di Batam mulai berlaku Maret mendatang.

Asep Nurdin, anggota Komisi III DPRD Kepri mengatakan, masyarakat di luar Batam tak perlu khawatir soal kenaikan tarif listrik Batam.

”Kenaikan listrik di Batam khusus untuk Batam. Jadi tak ada pengaruhnya dengan listrik di Kepri di luar Batam. Listrik Kepri, selain Batam, mengikuti tarif nasional dari PLN Persero,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Armunanto, Manager Area PLN Tanjungpinang yang memastikan kenaikan listrik Batam tak pengaruh ke daerah lainnya di Kepri.

Pengelolaan listrik di Batam ditangani swasta yakni Bright PLN Batam yang merupakan anak perusahaan PT PLN Persero. Sehingga, tarif yang dinaikkan itu untuk Batam saja dan dialami empat golongan.

Asep Nurdin menambahkan, kenaikan tarif listrik nanti agar PLN Batam memiliki dana saving sehingga bisa membangun pembangkit listrik ke depan.

Dilanjutkan Irwansyah, menyetujui kenaikan tarif listrik Batam merupakan keputusan yang berat untuk mereka. Pasalnya, mereka juga memahami kondisi masyarakat Batam saat ini yang banyak menganggur dan ekonomi lesu.

Tentu saja harga listrik ini akan membuat inflasi. Barang kebutuhan sehari-hari akan naik. Di tengah ekonomi yang susah, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih akibat inflasi nanti.

Di satu sisi, kata dia, mereka juga harus memikirkan posisi PLN yang sudah merugi. Jangan sampai PLN Batam kolaps yang berdampak pada pemadaman dan membuat industri hengkang.

Kenaikan listrik Batam, kata dia, tak bisa dihindari. PLN harus menaikkan tarif listrik agar bisa membeli bahan bakar untuk pembangkit listriknya.

”Kami memandang ini satu yang dilematis yang memang sulit mengambil keputusan. Tapi, kami juga harus mempertahankan PLN bertahan dan ada dana saving untuk investasi pembangunan pembangkit listrik,” bebernya.

Yang jelas, kata politisi PPP Dapil Batam ini, harga kenaikan listrik Batam yang mereka setujui masih di bawah TDL nasional. Meski demikian, PLN Batam tetap masih ada untung.

Terkait adanya perbedaan data Distamben dan PLN Batam, Irwansyah mengatakan itu karena usulan dari PLN sudah dua kali dilakukan yakni, akhi 2015 dan awal tahun 2016.

Rido, salah satu warga Sagulung Batam mengatakan, dirinya merasa berat dengan keputusan gubernur dan DPRD Kepri tersebut. Hendaknya kenaikan jangan terlalu tinggi. Setelah perekonomian Batam membaik, barulah disesuaikan lagi tarifnya.

”Sekarang cari duit susah, kenapa harus sekarang naiknya besar-besaran gitu. Orang cari untuk makan aja kesulitan, tambah lagi beban begini, pikirkan dong,” katanya kemarin.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here