Sajak dan Tanjak di Satu Panggung

0
1248
penyarir, Nikolaka saat tampil di panggung Republik rbb, Sabtu (17/2).f-tarmizi/tanjungpinang pos

Batam – Acara Panggung republik rbb (rumahitam batam berpuisi) ke 14 di lamankata, komunitas seni rumahitam, Sekupang, Sabtu (17/2) malam berlangsung meriah. Para seni mengkolaborasikan kecintaan pada kata-kata mengungkap beragam makna dengan kecintaan pada salah satu simbol budaya Melayu, yaitu tanjak.

Seperti diungkapkan ketua Majelis Tinggi Republik rbb, Hardi S Hood yang juga senator DPD RI dapil Kepri. Menurut Hardi S Hood, Presiden Republik RBB, tarmizi rumahitam, dan Perdana Menteri (PM) Republik rbb serta para petinggi di Republik rbb tidak pernah kehabisan bahan dan gagasan, dalam menjulang peristiwa panggung sastra.

”Malam ini panggung rbb sudah empat belas kali digelar. Peristiwa sastra yang rutin dilangsungkan setiap bulan di lamankata rumahitam. Pekerjaan istoqomah dalam berkesenian dan menjulang seni budaya bangsa. Malam ini sajak dan tanjak berpadu. Setiap pembaca puisi yang tampil, semuanya memakai tanjak, saya sangat apresiasi,” sebut Hardi S Hood.

Baca Juga :  Truk Logistik Didorong Gunakan LNG

Masih dari lamankata rumahitam, PM Republik rbb yang biasa disapa dengan sebutan yang amat berhormat tuan Sudirman El Batamy menyebutkan, tema yang diusung panggung rbb 14 memang Sajak dan Tanjak. Hal ini sejalan dengan program yang digulirkan Republik rbb sejak awal Januari 2018, yakni Tanjak Donasi Seni Muliakan Kepala Julang Budaya.

Disebutkan Sudirman, sejak program Tanjak Donasi Seni Republik rbb digulirkan, dan baru berjalan 1,5 bulan, bengkel tanjak republik rbb telah mengeluarkan sedikitnya 350 pcs tanjak, dengan nilai donasi mencapai Rp40 juta. Sepuluh persen dari nilai donasi tersebut, digunakan untuk pembiayaan kegiatan seni di rumahitam, termasuk panggung rbb yang rutin digelar setiap bulan.

Baca Juga :  Rudi Ajak OPD Safari Ramadan

”Tanjak merupakan salah satu warisan budaya yang sepatutnya kita lestarikan. Begitu juga dengan puisi yang sangat mengakar di bumi melayu. Pantun, Syair, Gurindam, Seloka, Talibun, itu bagian dari tradisi sastra, atau puisi lama yang sangat mengakar dalam peradaban kita masyarakat Melayu, dan rumahitam konsisten untuk tetap menjulangnya,” sebut PM Republik rbb tersebut.

Meski demikian, PM Republik rbb, Sudirman menolak menyebutkan, jika panggung rbb hanya untuk penyair dan peminat puisi yang hanya diperuntukkan bagi orang Melayu tempatan saja. Hal ini dapat dibuktikan setiap kali panggung rbb di gelar, termasuk rbb 14, yang tampil ada pecinta puisi dari plores, Nikolaka, Saverius Moa, dan Marcelius N Malaka. (asr)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here