sajak-sajak MUSLIH MARJU

0
374
ILUSTRASI

Permata Kecil Setengah Matang
Permata kecil di tengah malam :
Malam memaksamu keluar dari persemedian,
bunga telah lama layu oleh tangisan,
kunang-kunang tak lagi kerlap-kerlip,
bersama derit-derit malam yang kuncup,
kutabuh melati bersama wangi

Tulungagung, 2017

Manusia Hidup
manusia hidup
setali simpul nafsu melingkar
berkawan bermusuh tak soal matahari tetap terbit
menerangi bumi di jari-jari waktu
mendedah di balik punggung wanita
agar sadar waktu tak bisa mengirim pulang
pada jalan tanpa ujung

Tulungagung, 2017

Kutiup Rindu di Telingamu
semasa Tuli adalah Bahasamu
Rindu mekar seiring
darah tumbuh di nadi-nadi membentang
mengikuti mata memburu
ujung di pelataran bumi demi
menangkap suara-suara yang
bersumber dari tangisan dada

kemudian udara menggumpal dalam mulut
kutiup rindu ke telinga yang
urat-uratnya terputus dari aliran
darah ke gendang

sedang mulut selalu berkecipak suara-suara kebimbangan
apakah sebuah jalan atau bayangan
apakah jurang atau karangan
hilang suara terserap dalam kata
yang menggumpal di mulut
dan kutiup menjadi bahasa

yang tak lagi utuh sehingga cerita
tentang nafas yang seolah-olah bersekutu dengan
ragam partikel udara yang bercampur dengan ragu plus bimbang
atau bimbang disetubuhi ragu
tak mampu menelan kegenitan-kegenitan
sebuah kursi dan angan.

Tulungagung, 2017

Burung Gagak di Kursi Pesawat
burung gagak duduk di kursi. kursi empuk tempat kantuk dilayarkan ke laut macet dan emosi. diam tanpa batuk. dan mengangguk pada pramugari. tersenyum manis terlewat lelah. terpaksa senyum dengan kata tak lagi rata. loncat ke kedung di tiup ketipung. suara rampak lesung bumi.
seorang penyanyi berkulit mutiara. bercerita tentang raja. raja dari raja. bertudung stempel minyak. tak pernah habis. tak pernah terpikir. dari terbit ke tenggelam. sebaliknya. burung gagak berceloteh padang pasir rimbun darah. amarah ledakan minyak. atau kitab suci yang sengaja ditaruh dipunggung.
kemana sengketa dipetakan. kapan peta dijelajahi. siapa yang mau. apakah bisa dimulai. mengapa korban tenggelam di mata. mengapa tanya harus bertanda. cukup sekian kami bertanya.

Tulungagung, 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here