Sajikan Keindahan Alam dan Edukasi Madu Kelulut

0
365
PENGUNJUNG dari kalangan pelajar memperhatikan cara mengambil madu kelulut, ketika berwisata ke wisata mangrove Desa Kuala Sempang, Kamis lalu.f-jendaras/tanjungpinang pos

Menyusuri Wisata Edukasi Mangrove Desa Kuala Sempang

Wisata mangrove di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam tak sekedar menyajikan keelokan alam yang hijau. Namun, ketika menyusuri kawasan mangrove ini, akan tersaji wisata edukasi sebagai wahana belajar bagi anak.

BINTAN – SEPERTI pada perjalanan wisata, Kamis (5/9) petang lalu. Para tamu yang merupakan pelajar dari Tanjungpinang tampak riang. Tidak sekedar berkeliling. Pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu asik melihat dan mengambil madu langsung dari sarang madu kelulut yang ada di pinggir hutan bakau.

Mereka sama sekali tidak takut akan lebah yang berterbangan. Madu yang ada di sarang kelulut ini, diambil setetes demi setetes. Sebelumnya mereka sudah mendapatkan arahan dan informasi dari guide dan juga pemilik peternakan.

Baca Juga :  Tim Sepak Takraw Optimis di Popda Kepri

”Madunya manis,” ujar James, seorang anak yang begitu penasaran dengan tetesan madu yang ia tampung, dengan tutup botol air mineral.

Usai merasakan sensasi dan belajar mengenai madu kelulut, pengunjung langsung menikmati hijaunya mangrove dengan perahu. Di ujung hutan, mereka langsung memetik buah mangrove. Bukan sekedar memetik, buah mangrove yang sudah diambil lalu disimpan, untuk ditanam di tepi pantai.

Sebelum sampai ke pantai, pengunjung juga diberikan edukasi cara menangkap kepiting dengan menggunakan bubu kepiting. Mayoritas pengunjung sangat antusias melihat cara menarik dan meletakan bubu kepiting tersebut.

Baca Juga :  Toapaya Asri Tunggu Hasil Penilaian Provinsi

Sesampai di dermaga, pengunjung langsung diajak menanam pohon mangrove dari buah mangrove. Usai menanam mangrove dan berehat sebentar, pengunjung pada pukul 19.00, langsung diajak berwisata melihat kunang-kunang di hutan bakau dengan menggunakan boat.

Kerlipan cahaya di pepohonan terlihat sangat indah, dan membuat mata memandang terasa cerah di balik kegelapan malam.

Khairul, pengelola wisata mangrove Desa Kuala Sempang mengatakan, pihaknya memang sengaja membuka destinasi wisata yang berbeda dan unik. Ini agar wisatawan juga mengetahui, apa-apa saja yang dapat dimanfaatkan dari laut dan bakau.

”Kami memulai perjalanan dari dermaga Restoran Ballond Alim, dan berakhir di sini juga. Jadi pengunjung juga dapat menikmati makanan laut dari apa yang dilihat dan didengar,” katanya.

Baca Juga :  Camat Mantang Kibarkan Bendera RI di Pulau Ajab

Ia menyebutkan, tidak hanya wisatawan lokal dan asing yang datang berwisata, pelajar juga banyak yang datang. Ini karena wisata ini memiliki nilai edukasi.

”Banyak ternyata para pelajar perkotaan yang belum tahu soal mangrove dan berbagai macam kekayaan yang ada di dalamnya. Dengan wisata ini mereka jadi banyak tahu. Termasuk kunang-kunang yang mungkin mereka hanya melihat di gambar dan cerita saja,” sebutnya.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here