Salah Nama, Lelang Proyek Ditunda

0
692

ANAMBAS – DISEBABKAN adanya kesalahan nomenklatur, untuk sementara pelelangan satu paket proyek strategis yakni renovasi Rumah Sakit Jemaja Timur ditunda.

Kepala Dinas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas Herianto menjelaskan, kesalahan nomenklatur ada pada nama proyek.

”Saat ini, paket tersebut bernama renovasi rumah sakit Jemaja Timur dan berubah menjadi pembangunan Rumah Sakit Jemaja Timur,” ujar Herianto, Kamis (8/6).

Untuk pembangunannya, menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi.
Akibat kesalahan nama paket proyek, maka lelang proyek strategis tersebut ditunda sambil menunggu perbaikan ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

Baca Juga :  Pasar Payalaman Dibidik Kejaksaan

”Kita usahakan untuk cepat diperbaiki, bahkan staf kami tengah mengurusnya ke Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk menyelesaikannya,” ungkap Herianto.

Jika sebelumnya dilelang tanpa melihat nama paket proyek, dikhawatirkan pelelangan paket tersebut tidak dapat dibayarkan karena kesalahan nama.

Herinto juga menjelaskan, untuk nilai proyeknya mencapai Rp 8 miliar. Pihaknya akan mengupayakan, agar secepatnya dapat dilelang dan segera direnovasi. Ia menambahkan, paket tersebut merupakan paket terbesar yang dilelang oleh Dinas Kesehatan.

”Hanya itu yang terbesar yang kami lelang, dan sisanya sekitar di atas satu miliar lebih. Rata-rata proyek yang dilelang, adalah obat-obatan dan alat kesehatan,” sebutnya.

Baca Juga :  Dana Desa Bukan untuk Kawin

Pada tahun 2017, Dineks melelang sebanyak 6 paket proyek starategis, bahkan salah satu kegiatan proyek yang E katalog sudah dilaksanakan pelelangannya.

”Paket kita yang E Katalog sudah selesai, bahkan untuk paket obat-obat yang tidak ada dalam E katalog senilai Rp 900 juta lebih juga sudah dilelang,” jelasnya.

Ia berharap, seluruh paket proyek strategis yang dilaksanakan oleh pihaknya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan hasilnya optimal. ”Karena yang kita laksanakan, bersentuhan langsung masyarakat sehingga harus maksimal hasilnya,” katanya.

Baca Juga :  Oksigen untuk Pasien Tidak Ada Kendala

Sebelumnya, Kepala Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Setdakab Anambas, Tety Arnita menyebutkan, tahun 2017 terdapat 72 paket lelang. Paket itu terdiri dari 34 paket konsultan, 30 paket konstruksi, 5 paket pengadaan barang dan 3 paket jasa lainnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here