Salahi Aturan, Nakhoda MT SG Pegasus Disidangkan

0
49
Sidang nakhoda MT SG Pegasus, Lawrance Aldrich D’Sauza di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/7).

TANJUNGPINANG – Diduga berlabuh atau lego jangkar tanpa dilengkapi izin di wilayah perairan teritorial Indonesia, nakhoda MT SG Pegasus, Lawrance Aldrich D’Sauza disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/7).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haza Putra menuturkan, terdakwa Lawrance Aldrich D’Sauza nakhoda kapal MT SG Pegasus bertempat di Perairan Utara Tanjung Berakit Pulau Bintan.

Penangkapan saat KRI Bung Tomo- 357, patroli di perairan laut melihat adanya kapal asing yang sedang melaksanakan lego jangkar di wilayah perairan teritorial Indonesia.

“Kapal tersebut dipanggil lewat radio channel 16,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan kejadian tersebut, perwira jaga melapor kepada Komandan KRI Bung Tomo-357. Kemudian komandan kapal memerintahkan untuk melaksanakan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kontak tersebut.

Tim pemeriksa turun menggunakan RIB melaksanakan memeriksa dokumen, personel dan muatan di atas kapal.

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan, MT SG Pegasus diduga melakukan pelanggaran yaitu melaksanakan lego jangkar di wilayah perairan teritorial Indonesia tanpa izin,” sebutnya.

Haza menuturkan, bahwa terdakwa adalah nakhoda kapal MT SG Pegasus, dengan jumlah kru atau ABK kapal 23 orang termasuk nakhoda.

Saat itu kapal  MT SG Pegasus tidak membawa muatan. Kapal MT SG Pegasus berdasarkan port clearance ternyata dari Singapura tujuan Highseas.

“Kapal MT SG Pegasus berbendera Panama memiliki port clearance dari Singapura tujuan Highseas namun dalam kenyataannya kapal melaksanakan lego jangkar di perairan Indonesia,” jelasnya.

Perbuatan terdakwa di atur dan diancam pidana dalam pasal 323 ayat 1 Juncto pasal 219 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Perbuatan terdakwa di atur dan diancam pidana dalam Pasal 317 Juncto pasal 193 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” ujarnya.

Atas dakwaan tersebut, Majelis Hakim Admiral, Acep Sopian Sauri dan Ramauli Hotnaria Purba melanjutkan pemeriksaan saksi saksi dari abk MT SG Pegasus. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here