Salainya Sedap, Gulai dan Singgang juga Mantap

0
679
Menu favorit: Taman Salai (kiri) dan Tamban Singgang (atas) yang masih jadi menu favorit. F-yoan/tanjungpinang pos

Melihat Olahan Ikan Tamban Khas Melayu

Mudik bukan hanya sebagai musim pengobat rindu dengan keluarga dan kampung halaman. Mudik juga banyak dijadikan sebagai ajang program menaikkan berat badan dengan wisata kulinernya. Tanjungpinang Pos kali ini berkesempatan untuk menyibak rahasia selera yang tidak terbantahkan oleh orang melayu, khususnya masyarakat Kabupaten Lingga dengan salah satu racikan resep lokalitasnya yang telah melegenda.

TANJUNGPINANG – Tamban salai, adalah secarik nama yang bagi orang melayu mampu membuat cecap di mulut. Baru disebut namanya saja sudah terbayang tentang aroma khas ikan asap serta sensasi rasa yang menjalar di lidah.

Tamban salai memang sangat popular di Kabupaten Lingga khususnya Dabo Singkep, bahkan dari kabar yang tersebar, di era kejayaan zaman timah, tamban salai khas Dabo itu sudah menjadi primadona hingga ke negara tetangga Singapura.

Dilihat sepintas, proses pembuatannya susah-susah gampang, sebab dibutuhkan tangan terampil serta ketepatan waktu dan kesabaran tinggi untuk mendapatkan tamban salai dengan tingkat kematangan yang pas dan sedap di lidah, jika tidak maka ikan akan gosong atau mentah. Ribuan ekor ikan tamban segar yang terperangkap di jaring nelayan itu ditusuk pada bagian mata dengan bilah bambu. Kemudian, disusun rapi pada ruangan sederhana untuk disalai (asap) dengan bahan pembakaran utama menggunakan sabut kelapa.

Iya… hanya di asap, bukan dibakar atau dipanggang. Asap dengan kandungan karbondioksida yang dihasilkan oleh bara sabut kelapa itulah yang mengubah tekstur ikan tamban menjadi kuning kecoklatan dengan kondisi daging kering siap santap. Kurang lebih waktu yang dibutuhkan dalam proses tersebut berdurasi 6 hingga 8 jam tanpa jeda. Pascapengasapan inilah, tamban salai seperti memiliki pesona tersendiri di lidah masyarakat, seperti kupu-kupu yang meranggas dari sarung kepompong, seperti itu jugalah daya pikat tamban salai khas Dabosingkep ini.

Dalam penyajiannya, terbagi juga menjadi beberapa golongan, yakni dari yang paling simpel hingga sedikit ruwet. Untun golongan pertama, tamban salai cukup dipadukan dengan sambal terasi segar dan beberapa potongan timun muda sebagai lalapan. Tidak lupa nasi panas adalah pasangan yang pas untuk menggugah perut.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here