Salurkan Air, Polda Turunkan Water Canon

0
398
PMI Kepri saat menyalurkan air bersih kepada warga yang kekeringan air di Bintan, pekan lalu.f-istimewa

BATAM – Kesulitan air bersih juga dialami warga Batam. Mengerti dengan kesulitan yang dialami warga, Polda Kepri menurunkan mobil Water Canon untuk menyalurkan air bersih ke masyarakat.

Selain itu, pihak ATB juga menyalurkan air bersih ke pemukiman penduduk yang kekeringan air bersih.

Satbrimob Polda Kepri memberikan perhatian warga Tanjunguncang. Brimob Polda Kepri menurunkan dua unit mobil Armorred Water Canon (AWC). Mobil itu menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang bermukim di Perum Puri Pesona, Tanjunguncang.

Menurut Kasat Brimob Polda Kepri, Kombes Guruh Arif, penyaluran air bersih kepada warga direncanakan dilakukan secara berkelanjutan. Begitu ada informasi yang kekurangan air bersih, maka pihaknya akan segera berangkat mendatangi tempat pengungsian itu.

”Ini kita lakukan dalam menolong warga,” jelasnya.

ATB Perkuat Suplai Air
Pengelola air bersih di Batam PT ATB memperkuat distribusi atau suplai air bersih ke daerah Tanjunguncang. Penguatan distribusi itu dilakukan dengan peningkatan kapasitas produksi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Mukakuning sambil menunggu Dam Tembesi mulai berfungsi. Untuk itu, ATB melakukan investasi miliaran rupiah di luar perjanjian konsesi.

Baca Juga :  Hakim MTQ Provinsi Jangan Main-main

Hal itu diungkapkan Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Selasa (26/3) di Batam. Kata dia, langkah ATB mengeluarkan dana investasi miliaran di luar konsesi, dimaksudkan untuk membantu suplai air jangka pendek atau sementara.

Namun angka pastinya tidak disebutkan. Hanya saja, dana itu dikeluarkan dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi IPA Mukakuning.

”IPA Mukakuning kapasitasnya akan ditingkatkan. Hal ini untuk mengatasi sementara permasalahan suplai air di Batuaji, Tanjungucang dan sekitarnya. Jangka panjangnya tetap menunggu waduk Tembesi untuk dioperasikan,” jelas Maria.

Peningkatan kapasitas produksi IPA Mukakuning diharapkan bisa berjalan pada bulan Agustus 2019 mendatang. Terlebih saat ini suplai air di wilayah Batuaji dan Tanjunguncang sudah mengalami devisit.

Baca Juga :  50 Flight Turis Tiongkok akan Masuk Bintan

”Kita masih menunggu Waduk Tembesi. Sebenarnya, Tembesi pilihan yang harus diambil, tapi belum siap,” bebernya.

Penguatan di IPA Mukakuning dilakukan karena jumlah sambungan pelanggan rumah tangga maupun industri di wilayah Tanjunguncang terus meningkat. Sehingga mempengaruhi suplai air yang dialirkan.

”Itu upaya ATB sebagai bagian dari tanggung jawab memberikan pelayanan ke pelanggan. Meski secara kontrak, ATB akan segera berakhir pada 2020 nanti,” imbuhnya.

Diharapkan, Waduk Tembesi segera jadi prioritas untuk diaktifkan, dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu karena kondisi di Batam, ketersediaan air baku semakin terbatas. Kapasitas air bersih yang tersedia saat ini, tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat.

”Imbasnya pelanggan mengalami kekurangan suplai air di beberapa daerah,” jelas Maria.

Kata dia, saat ini Batam sangat memerlukan sumber air tambahan untuk suplai air bersih, yang aktif. Harapan itu bisa terpenuhi lewat Waduk Tembesi yang diwacanakan sebagai sumber air masa depan sudah seharusnya beroperasi.

Baca Juga :  TNI Tambah Alat Perang di Natuna

”Meningkatnya kebutuhan air bersih dari pelanggan rumah tangga termasuk kawasan industri di wilayah Tanjunguncang, jadi tambahan tugas baru ATB. Ini sebuah tantangan, Batam saat ini masih bisa bertahan sementara. Harapannya pemerintah bisa menggesa kontrak kerja pengelolaan Waduk Tembesi,” harapnya.

Dibeberkannya, ATB sendiri mengikuti lelang pengelolaan Tembesi yang dilakukan BP Batam. Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan, mulai dari proses tender hingga pemenang, sehingga Waduk Tembesi belum bisa difungsikan.

”Kita harapkan bisa segera selesai untuk Tembesi, karena IPA Mukakuning saat ini ketersediaannya sudah terbatas,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here