Sang Pusaka Berkibar di Laut Natuna-Anambas

0
750
Di Bawah Laut: Komunitas Perbatasan bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PALAB (Pecinta Alam Laut Anambas Bahari) mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut, Kamis (17/8). f-istimewa

ANAMBAS – Untuk ikut menyemarakkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun ini, pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan lebih unik dan sangat menarik. Selain upacara di Lapangan Bola Sulaiman Abdullah Anambas, sekolompok komunitas bersama LSM juga menggelar acara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut dan di pulau perbatasan. Komunitas Perbatasan bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PALAB (Pecinta Alam Laut Anambas Bahari) melaksanakan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut tepatnya di Pulau Penjalin dan Pulau Tokong Berlayar.

Hal itu bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme generasi penerus sekaligus memberi pasan kepada seluruh masyarakat agar lebih mencintai alam bawah laut dan potensi wisata demi kemajuan daerah itu sendiri. ”Kita hanya bisa memberi semangat dan motivasi kepada generus penerus bangsa agar dapat lebih mencintai negeri. Semua bisa dilakukan jika ada kemauan terhadap diri sendiri,” ungkap Rohadi Ketua LSM PALAB kepada wartawan, Jumat (18/8).

Kata Rohadi, kegiatan ini bisa berjalan berkat kerja sama dengan tim. Sebelumnya ingin mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) dapat bersama-sama mengelar acara tersebut, namun pihak Pemda kurang merespon. Dengan hasil kesepakatan bersama dengan sejumlah komunitas pihaknya tetap menggelar acara itu. ”Alhamdulilah acara pengibaran bendera di bawah laut kemarin berjalan dengan lancar. Kita tetap semangat meskipun kegiatan digelar cukup sederhana,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur: Provinsi Pulau Tujuh Jangan Dulu!

Diketahui, laut Anambas bisa dikatakan memiliki sumber ikan yang cukup melimbah. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kapal nelayan dari luar daerah mencari ikan di laut Anambas. Ia menilai hal ini perlu dijaga dan dilestarikan agar rumah-rumah ikan atau terumbu karang yang ada tetap bisa bertahan. Selain dari terumbu karang yang bagus, Anambas juga adalah wilayah perbatasan dan terluar. Oleh sebab itu dirinya sebagai generasi bangsa tetap berkomitmen menjaga keindahan alam bawah laut pastinya.

Ia melanjutkan, pihaknya berbagi dua kelompok yakni sebagiannya menggelar upacara bendera di bawah laut dan kelompok lainnya mengibarkan bendera di pulau terluar. ”Semua harus tetap semangat dalam memeriahkan HUT RI ke-72 dan bisa bekerjasama dalam membangun dan menjaga NKRI tetap utuh,” pungkasnya.

Keterbatasan Bukan Jadi Penghalang
Komunitas Perbatasan mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut Pulau Senoa Natuna, Kamis (17/8). Salah satu anggota komunitas Muttaqin mengatakan, kegiatan ini menjadi yang pertama dan salah satu pioner dalam melakukan pengibaran bendera di laut Natuna.
Kegiatan ini digelar untuk menunjukan kepada bangsa terutama sekali kalangan pemuda, bahwa semangat tidak bisa dihalangi dengan adanya keterbatasan. ”Kegiatan ini kami gelar sebagai pesan semangat kepada pemuda. Kami ingin menunjukkan bahwa apapun bisa kita lakukan meskipun di bawah laut,” kata Muttaqin, Kamis (17/8).

Baca Juga :  Honorer Pun Dapat Gaji 13

Dipilihnya dasar laut sebagai lokasi pengibaran bendera, juga menunjukkan kepada dunia bahwasanya laut Natuna adalah kedaulatan mutlak Indonesia yang tidak bisa diklaim oleh pihak manapun. ”Dan kita ingin semua orang tahu bahwa laut Natuna ini bukan milik Cina, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja dan lain sebagainya. Nama laut ini sudah resmi menjadi Laut Natuna Utara,” sambungnya.

Selama kegiatan, Muttaqin mengaku tidak mengalami kendala yang berarti sehingga pelaksanaannya berjalan lancar. ”Kami dominannya dari kalangan muda dengan berbagai latar belakang. Kami semua yang jadi inisiatornya. Dan Alhamdulillah tidak ada kendala baik cuaca maupun gelombang laut,” paparnya. Mereka memasang bendera dengan ukuran 1 kali 1,5 meter, di kedalaman sekitar 6 meter laut.

Merah Putih Berkibar di Pulau Perbatasan
Masih dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017, sebanyak 350 Bendera Merah Putih ukuran 40×90 cm berkibar di Pulau Senoa Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (17/8) sore. Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf, Ucu Yustiana selaku penggagas pemasangan bendera ini mengatakan, pemasangan bendera di Pulau Senoa adalah sebagai salah satu bentuk dukungan dan perhatian kepada pulau-pulau yang berada di perbatasan.

Baca Juga :  23 Perusahaan Incar Waduk Tembesi

”Pengibaran bendera ini dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017. Juga bentuk perhatian kepada pulau yang berada di perbatasan NKRI,” ungkap Dandim usai pengibaran Bendera Merah Putih di Pulau Senoa. Awalnya, kata Dandim, direncanakan sebanyak 1945 bendera yang akan dikibarkan. Namun karena waktu terlalu singkat, hanya 350 yang sempat terpasang. ”Untuk sisanya akan dilanjutkan lagi pada saat HUT TNI pada bulan Oktober nanti,” sebut Dandim.

Dalam pengibaran bendera Indonesia, terang Dandim, melibatkan FKPPI, Komunitas Muda Natuna (Komuna), dan Karang Taruna Desa Sepempang. ”Selain dari Kodim, juga ikut serta dari FKPPI Natuna, Komuna dan Karang Taruna Desa Sepempang,” jelasnya.

Masih dalam suasana HUT RI ini, juga dilaksanakan doa atau murojaah bersama tepat pukul 17.00 di Musala Al-Ikhlas Kodim 0318/Natuna yang dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, anak-anak yatim piatu, personel Kipan C dan D RK Yonif 136/TS, anggota Makodim 0318/Natuna beserta keluarga. (cr29/cr25)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here