Sapi Jambi Sudah Boleh Masuk

0
512
PELAYANAN: Pedagang daging sapi segar sedang melayani pembeli. F-ANDRI/TANJUNGPINANGPOS

Kapal pengangkut sapi dari Jambi sudah diperboleh masuk ke Tanjungpinang. Sebelumnya, pihak KSOP Tanjungpinang tidak mau memberi izin masuk ke kapal pengangkut sapi itu.

TANJUNGPINANG – Keputusan bolehnya kapal pengangkut sapi dari Jambi masuk ke Tanjungpinang setelah ada rapat Wali Kota Tanjungpinang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang di Kantor Bapedda Tanjungpinang, Selasa (13/6).

”Kita mengambil kebijakan bersama dengan KSOP dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tanjungpinang agar kapal pengangkut sapi dari Jambi diperbolehkan masuk ke Tanjungpinang. Ke depannya pengusaha kapal juga harus memenuhi syarat-syarat berlayar,” kata Lis Darmansyah, kemarin. Kata Lis, bila KSOP tetap melarang masuknya kapal pengangkut sapi ke Tanjungpinang dengan alasan syarat berlayar tidak dipenuhi kapal-kapal pengangkut sapi, maka stok sapi segar di Tanjungpinang bakal menipis.

”Saya sebagai kepala daerah tentu ingin stok sembako dan daging segar tersedia dengan harga murah,” tegasnya. Kata dia, dengan adanya kebijakan bersama KSOP dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mulai besok (hari ini), kapal-kapal dari Jambi membawa sapi dan sembako lainnya sudah diperbolehkan masuk ke Tanjungpinang.

”Sampil pengusaha kapal yang mengangkut sapi ke Tanjungpinang, kita minta juga memperbaiki tertib administrasi kapal sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. Kata Lis, kebutuhan daging segar jelang lebaran meningkat jelang lebaran. Sedangkan peternak sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Jalan satu-satunya didatangkan sapi dari Jambi dan daerah lainnya di Sumatera.

”Kita juga minta kepada pedagang jangan seenaknya menaikkan harga sembako. Karena saber pangan sudah terbentuk. Kalau pedagang atau distributor sengaja menaikkan harga diluar kewajaran, siap-siap menghadapi tim saber pangan, karena aturanya pidana,” tegasnya.

Andi Mashadiyat, mewaliki Petra Kota Tanjungpinang, hadir dalam rapat menambahkan hasil rapat dengan Wali Kota Tanjungpinang dengan Kepala KSOP Tanjungpinang, para pemangku kebijakan mulai memperhatikan masyarakat, bukan lagi mengutamakan egonya masing-masing.

”Saya sendiri salut kepada Pak Wali dan Kepala KSOP cepat mengambil kebijakan agar kapal pengangkut sapi dari luar daerah boleh masuk ke Tanjungpinang,” tegasnya. Kata dia, hasil rapat warga Tanjungpinang membutuhakn 35 ton daging segar jelang lebaran sampai dua hari setelah lebaran.

Sapi potong di Tanjungpinang tinggal 16 ekor. Jelang lebaran ini dibutuhkan kira-kira 1.000 ekor sapi. Ia juga berharap, petugas yang memiliki wilayah di perairan, untuk mempermudahkan masuknya kapal sapi yang akan berlabuh di Tanjungpinang. ”Ini dilakukan oleh Pemko dan KSOP untuk membantu masyarakat,” tegasnya.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here