Sapi Limousin Berbobot 800 Kg Belum Laku

0
115
PETERNAK merawat sapi Limousin dengan bobot 800 Kg di lokasi peternakan milik Suparni, di Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Bintan Utara, Rabu (7/8). f-jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Dua ekor sapi jenis Limousin seberat 800 Kg dan 700 Kg milik Suparni, warga Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara belum laku terjual. Padahal lebaran Idul Adha, tinggal 3 hari lagi.

Sapi yang diklaim merupakan sapi terbesar di Bintan ini, merupakan peliharaan Suparni sejak setahun silam. Meski belum laku, namun beberapa hari terakhir memang sudah ada yang menawar. Namun karena harganya tinggi, pembeli batal membeli.

Menurut Suparni, dua ekor sapi Limousin itu dibeli setahun silam dari Tanjungpinang, saat usianya baru 2 tahun, dengan bobot masing-masing 400 kilogram. Ia mencoba memelihara sapi ini, karena tertantang untuk membesarkannya.

”Kalau harganya saat ini saya banderol Rp35 juta, dengan bobot 800 kilogram dan Rp30 juta untuk satunya lagi, bobot 700 kilogram,” sebutnya.

Melihat harganya yang cukup mahal, ia berharap para pejabat atau petinggi negeri dapat membelinya, untuk dijadikan hewan kurban lebaran Idul Adha nanti.

”Ya, memang kalau sapi ini levelnya yang beli seperti Pak Bupati, Pak Gubernur atau Kapolres lah, mudah-mudahan mereka mau beli,” harapnya.

Ia menjelaskan, untuk sapi biasa jenis Bali dijual mulai harga Rp18 juta, hingga Rp21 juta, dengan berat mulai dari 300 kilogram. Sapi Limousin, lanjutnya, dikatakan tidak dapat dikembangkan di Bintan. Namun ternyata hasilnya cukup bagus.

”Ternyata pelihara sapi Limousin di Bintan cocok juga. Hasilnya bagus,” sebutnya.

Iwan Berry dokter hewan dari Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Bintan mengatakan, sapi jenis Limouson yang dibesarkan Suparni itu, merupakan sapi terbesar di Bintan.

”Kondisinya sehat dan siap dikurban, jika ada yang membeli. Kita doakan ada yang membeli,” tambahnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here