Sarden Bercacing Masih Dijual Bebas

0
498
Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kperi dan Tanjungpniang melakukan sidak dibeberapa swalayan untuk memastikan apakan masih ada sarden mengandung cacing beredar.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, masih menemukan ikan sarden kemasan mengandung cacing, masih dijual bebas di wilayah Tanjungpinang.

Hal ini terungkap saat Disperindag Provinsi Kepri dan Disperindagin Kota Tanjungpinang melakukan sidak dibeberapa minimarket dan swalayan di Tanjungpinang, Senin (2/4) pagi. Pantauan Tanjungpinang Pos bersama pihak Disperindag Provinsi Kepri dan Disperdagin Kota Tanjungpinang di swalayan Pinang Sentosa, ada salah satu merek sarden makarel masih dijual bebas dan ikan kemasan ini dicurigai terindikasi parasit cacing, tapi masih dijual bebas.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan 300 Ton Beras Murah

”Kita belum bisa pastikan merek ini,” sebut salah satu petugas Disperindag Provinsi Kepri sambil memperhatikan kaleng sarden yang diambilnya di rak penjualan.

Kepala Bidang Pengembangan, Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Kepri, Riodesmawati mengatakan, meskipun merek sarden sama yang dilangsing oleh BPOM, pihaknya tidak bisa memastikan, kalau merek sarden makarel yang ditemukan di lapangan ada parasit cacing atau tidak, tapi harus menunggu lab dulu.

Karena terlebih dahulu, pihaknya akan memperhatikan dua kode yang terdapat di kaleng sarden telah dirilis oleh BPOM tersebut. Yakni, kode MD dan batch atau bets yang terdapat di kaleng sarden tersebut.

Baca Juga :  Lahan Terlantar Harus Ditarik Negara

”Dua kode itu kita cocokkan dulu. Kalau sama kodenya, baru kita minta pihak swalayan maupun minimarket untuk tidak di jual lagi sarden tersebut,” ucap Riodesmawati.

Pengawasan ini, kata dia, tidak hanya di lakukan di Ibukota Provinsi Kepri saja. Namun, kabupaten/ kota lainnya, baik itu Kabupaten Bintan, Lingga, Karimun, Natuna, Anambas, Kota Batam dan termasuk Kota Tanjungpinang melalui dinas terkait, yakni Disperindag untuk melakukan pengawasan penjualan ikan yang telah dikemas di dalam kaleng sering disebut sarden di toko atau warung hingga swalayan serta minimarket. ”Kita sudah mengirim surat ke dinas terkait untuk melakukan pengawasan,” terang dia.

Baca Juga :  Nasib 170 Pejabat Makin Tak Jelas

Walaupun dinas terkait melakukan pengawasan, ia minta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Jadi, pesannya, saat ini kalau bisa untuk tidak mengkonsumsi sarden. Agar tidak membahayakan kesehatan pada tubuh.

”Kalau sudah terlanjur beli hingga ditemukan parasit cacing pada sarden, kita minta langsung laporkan ke kita (Disperindag, red). Agar kita minta pihak penjual untuk menarik barang tersebut,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here