Satgas Pangan Temukan Produk Kedaluwarsa

0
282
ANGGOTA Komisi II DPRD Anambas dan Tim Satgas Pangan saat mendapatkan makanan kemasan yang telah kedaluwarsa. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Sejumlah anggota Komisi II DPRD Anambas, bersama Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko kelontong yang ada di Anambas, Rabu (10/1). Sidak tersebut dimulai pukul 90.00 WIB di wilayah Kecamatan Siantan, dan siang harinya langsung sidak ke wilayah Kecamatan Palmatak.

Sebanyak sepuluh kotak aneka produk makanan dan minuman diamankan tim Satgas Pangan dari salah satu toko di Jalan Tanjung Desa, Tarempa Barat. Aneka produk yang diamankan ini, mulai dari yang telah kedaluwarsa hingga tidak memiliki masa berlaku.

”Ada aneka produk yang sudah dipisahkan, lalu didata oleh OPD teknis. Mulai dari permen, makanan ringan dan produk lainnya. Ini baru toko pertama yang kami kunjungi,” ujar H Dhannun, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Rabu (10/1).

Politisi PPP ini menambahkan, inspeksi yang dilakukan ke sejumlah toko untuk melindungi konsumen. Selain itu, juga untuk melakukan monitoring harga termasuk barang yang telah melewati tanggal kedaluwarsa. Kondisi cuaca yang kurang kondusif, menurutnya kerap kali terjadi hal-hal yang tidak jarang dikeluhkan oleh para konsumen. ”Tujuannya ke sana. Insya Allah. Ini rutin kami lakukan minimal tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Ia mengatakan, upaya untuk menghadirkan barang kebutuhan pokok yang dijangkau oleh masyarakat. Salah satu komponen bahan kebutuhan pokok yakni gula pasir, diakuinya telah tersedia di gudang Bulog dengan kapasitas 120 ton.

”Kalau untuk gula, pihak Bulog sudah memasoknya. Jadi, jika ada permintaan maka Bulog untuk stok. Harga gula pun maksimal Rp 12.500. Pemda juga usulkan untuk beras lewat Bulog juga. Kalau tidak salah saya, sudah ada juga,” jelas H Dhannun.

Anggota DPRD Anambas lainnya, yakni Nur Adnan Nala mengatakan, regulasi untuk barang kebutuhan pokok di Anambas yang mayoritas berasal dari Tanjungpinang dan Bintan perlu menjadi perhatian. Sebab, sejumlah toko yang menjual produk tidak menerapkan sistem retur. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here