Satu Kelas Terpaksa Diisi 40 Siswa

0
270
ORANGTUA siswa melihat pengumuman penerimaan siswa baru di SMPN 16 Tanjungpinang Timur, beberapa hari lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Upaya Disdik Menampung Pendaftar yang Membeludak

Dinas Pendidikan Tanjungpinang mencari berbagai solusi agar bisa menampung siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah negeri. Salah satu solusinya adalah menambah jumlah siswa per kelas.

TANJUNGPINANG – DALAM aturannya, jumlah siswa SMP pada satu rombongan belajar (rombel) atau satu kelas adalah paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 32 peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, untuk SMP tertentu di Tanjungpinang, jumlah siswa per rombel dibuat menjadi 40 orang dan melebihi aturan yang ada.

Ada beberapa sekolah negeri di Tanjungpinang yang jumlah siswanya per kelas 40 orang terutama yang padat pendaftarnya seperti SMPN 16, SMPN 7, SMPN 5 dan lainnya.

Dadang mengatakan, akibat banyaknya siswa yang tidak tertampung dan orangtua tetap bertahan di sekolah, akhirnya Disdik memutuskan untuk menambah rombel dan jumlah siswa per kelas.

Dicontohkannya, untuk SMPN 15 Tanjungpinang Timur misalnya, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah itu hanya diberi kuota 128 siswa untuk empat rombel dan satu rombel 32 siswa.

”Karena yang tak diterima lebih banyak daripada yang tertampung, maka jumlah siswa yang sebelumnya 32 per kelas kita tambah menjadi 40 orang,” ujarnya, kemarin.

Kemudian, ditambahkan juga rombel di sekolah itu. Agar semua siswa tertampung, maka harus ditambah empat rombel. Demikian juga di SMPN 7 ditambah 3 rombel dari sebelumnya 9 rombel. Totalnya menjadi 12 rombel. Sedangkan SMPN 2 menerima 8 rombel dan SMPN 12 menerima 6 rombel. Di SMPN 6 masih berpeluang menambah rombel karena jumlah ruangan belajar di sekolah itu mencukupi.

Sebelumnya Yulidarnis, Kepala SMPN 16 Tanjungpinang mengatakan, pihaknya tidak berani menambah jumlah siswa per rombel dari sebelumnya 32 menjadi 40 siswa.

Karena itu merupakan wewenang Dinas Pendidikan. Apabila jumlah siswa per kelas 40 orang, maka mereka diberi warning karena menyalahi aturan dan terancam tidak dapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Untuk mensiasati agar sekolah tetap dapat dana BOS meski jumlah siswa per rombel di atas 32 orang, maka Disdik Tanjungpinang sudah mengirimkan surat ke Kementerian Pendidikan dan Kemudayaan Dirjend Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan SMP.

Adapun dasar surat itu adalah atas permintaan orangtua siswa, tokoh masyarakat, perangkat RT-RW dan lurah. Hal ini terjadi pada SMPN 16 Tanjungpinang.

Syamrul, Lurah Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur mengatakan, para RT-RW datang menemuinya dan meminta agar dibuatkan surat permintaan penambahan rombel untuk SMPN 16. ”Awalnya mereka ingin datang ke rumah, terus saya bilang tunggu. Saya komunikasi dulu dengan ibu kepala sekolahnya. Rupanya mereka sudah kumpul di sekolah,” ujarnya.

Yulidarmis mengakui kalau para RT-RW datang ke sekolah itu dan meminta agar anak-anak yang tidak tertampung bisa sekolah di sana. Mereka siap meminta penambahan rombel ke Disdik bersama lurah.

Dalam aturannya, jumlah siswa SD dalam satu kelas paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 28 peserta didik. SMP dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 32 peserta didik. SMA dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 36 peserta didik.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here