Satu Korban Puskel Masih Dicari

0
151
Pemulangan jenazah Rindang Meirsa sebagai apoteker di Anambas dari Kementerian Kesehatan RI.

ANAMBAS- Speed boad yang digunakan sebagai Puskemas keliling (Puskel) milik Puskesmas Tarempa, Kecamatan Siantan Kabupaten Anambas tenggelam yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta satu diantaranya belum ditemukan.

Kapolres Anambas AKBP Junoto mengatakan, ada 11 orang di dalam kapal tersebut, satu diantaranya juru mudi.

Puskel itu berangkat dari pelabuhan Tarempa Kecamatan Siantan menuju ke Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur, Kamis (11/10) malam. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 19.00 WIB.

“Empat orang diantaranta meninggal dunia serta enam orang dapat selamat sedangkan satu orang belum ditemukan. Tim bersama masyarakat terus melakukan pencairan di sekitar laut Anambas,” terangnya.

Empat korban yang meninggal yaitu, Izhar merupakan PNS Puskesmas Nyamuk), Najwa anak perempuan berusia enam tahun dari Izhar, sedangkan Faril (laki-laki) umur 6 tahun anak dari Eko dan Rindang Meirsa perawat Puskesmas Siantan Timur.

Sedangkan, korban selamat yakni Eko merupakan PNS Puskesmas Nyamuk, Sari sebagai PTT Puskesmas Nyamuk, Yuliana, istri Almarhum Izhar. Selain itu, Patra, anak laki-laki almarhum Izhar (3 tahun beserta Ibu Almarhum Izhar dan Ibrahim yang merupakan Kapten Kapal Puskel juga selamat dari musibah itu.

Sampai berita ini diturunkan korban atas nama Rohida istri dari Eko masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Dari pantauan di lapangan saat ini tiga korban meninggal yakni Izhar, Faril dan Najwa telah diserahkan ke keluarga di Siantan Timur. Sedangkan korban meninggal atas nama Rindang Meirsa hari ini diberangkatkan ke rumah duka di Jakarta menggunakan pesawat.

“Sejumlah korban meninggal dunia sudah di semayamkan dan saudari Rindang diberangkatkan ke rumah duka di Jakarta. Lainnya masih di rawat di Puskesmas Tarempa. Kapten Kapal akan segera dimintai keterangan oleh tim Polri,” terang Junoto kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/10).

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan dari salah seorang penumpang yang selamat yang bersama Eko menceritakan, kuat dugaan musibah itu itu terjadi disebabkan kencangnya arus di perairan laut di wilayah Air Etang depan Desa Batu Belah.

Akibatnya, Puskel tidak bisa berjalan yang membuat kapal terbalik. Beberapa penumpang selamat setelah keluar dari lambung kapal.

“Kejadiannya sangat cepat dan dugaan sementara akibat arus perairan laut sangat kencang. Saat ini kita terus malakukan pengumpulan data-data dan melakukan investigasi,” kata Junoto.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengaku turut berduka cita atas musibah yang menimpa beberapa ASN dan keluarga korban.

Ia menuturkan, akan membantu proses pemulangan jenazah Rindang yang bertugas sebagai apoteker dari Kementerian Kesehatan untuk Anambas.

“Pemda dan pihak Perusahaan Migas akan bekerjasama untuk memulangkan jenazah saudari Rindang Meirsa. Kita berduka,” kata Haris.

Saat mendapat informasi terkait kejadian itu, ia mengaku langsung memerintahkan Kepala Bakesbangpol serta Kepala Satpol PP serta berkoordinasi dengan polisi agar dapat melakukan pencarian dan melakukan penyelamatan para korban.

“Semua bekerja sama yang baik. Ini musibah. Meski demikian, saya tidak pernah bosan-bosannya menghimbau agar dapat lebih waspada ketika hendak melakukan perjalanan lalu lintas di laut,” tuturnya.(end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here