Satu Nyawa Melayang Akibat Tabrakan

0
545
Polantas disaksikan warga berada di TKP tabrakan, Senin (4/2) pagi. F-Indra gunawan/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Sadikin (33), warga Tebang Kecamatan Palmatak meregang nyawa setelah motor RX2 King tanpa nomor polisi yang dikendarainya tabrakan dengan dum truck milik Perusahaan PT ABUTRA yang dikendarai Nurman (39).

Kejadian di Jalan Muhammad Yusuf RT005/RW002 sekitar 11 meter dari kaca cembung tikungan Masjid Desa Tebang Kecamatan Palamatak, Senin (4/2).

Kasatlantas Buston Butar butar kepada wartawan, Selasa (5/2) menuturkan,

akibat tabrakan tersebut motor yang dikendarai korban rusak parah, sedangkan mobil dum truk Hino Dutro 300 nomor polisi 9623 TU, warna hijau kondisi rusak ringan.

“Pengendara roda dua meninggal dunia, saat di bawa ke rumah sakit korban tidak tertolong lagi,” kata Kapolres Anambas Junoto melalui

Kata dia, kronologis kejadian pada Senin (4/2) sekitar pukul 11.00 WIB tersangka Nurman mengemudikan dum truck berangkat dari tempat kerja, yaitu proyek penimbunan bahu jalan di Dusun Teluk Pering Desa Putik Kecamatan Palmatak menuju Desa Candi. Ia bersama dua orang rekannya yakni Heri dan Mahsan.

“Sekira pukul 11.30 Wib saat melewati jalan Muh. Yusuf Desa Tebang, Korban datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi mengendarai Ranmor R2. Pengemudi mengaku melihat korban terkaget dengan datangnya mobil yang dikendarai. Korban kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan jalan sehingga menabrak spartboard belakang sebelah kanan mobil yang dikendarai tersangka,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya tersangka sudah menginjak pedal rem namun lakalantas tidak bisa terelakkan.

Korban mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kanan hingga ususnya ke luar.

“Tersangka turun dari mobil berusaha menyelamatkan korban yang terpental dan tergeletak disebelah kiri jalan jalur korban,” ucapnya.

Melihat kondisi korban, tambah dia, tersangka dan temannya berteriak minta tolong sehingga warga ramai datang memberikan pertolongan. Apalagi menurutnya korban masih hidup.

“Salah satu warga menghubungi ambulan, lalu korban di bawa ke Puskesmas Palmatak.

Sesampai di sana, nyawa korban tidak bisa terselamatkan. Pihak keluarga membawa pulang untuk dikebumikan pada hari ini,” tutupnya. (ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here