Satu Rombel Diajari Dua Guru

0
1005
BERKUNJUNG: Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang saat berkunjung ke SDIT As-Sakinah Batu 9, belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

SDIT As-Sakinah 2 Bangun Sekolah

TANJUNGPINANG – Menciptakan lulusan terbaik dan berakhlak mulia, manajemen Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) As-Sakinah 2 Tanjungpinang menerapkan sistem dua guru mengajar di satu ruangan atau satu rombongan belajar (rombel).

Kepala SDIT As-Sakinah 2 Tanjungpinang, Fadillah SPd mengatakan, dengan cara seperti itu, siswa bisa lebih diperhatikan dan dapat fokus belajar. Sebab, ada guru pendamping mereka selain guru yang mengajar di depan kelas.

Saat mengerjakan tugas misalnya, guru lebih mudah mengawasi siswanya dan lebih gampang menjelaskan karena siswa dibagi dua kelompok. ”Kan lebih efektif jika satu guru membimbing 14 siswa dibandingkan satu guru membimbing 28 siswa. Murid pun lebih cepat menyerap pelajaran dari gurunya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (29/11) kemarin.

Baca Juga :  Dapat APBN, Bangun Sekolah Baru

Program dua guru untuk satu kelas diberlakukan untuk siswa Kelas I, II dan III. ”Kondisi mereka masih lebih banyak main. Makanya butuh pengawasan. Kalau satu guru tak cukup,” tambahnya.

Inilah salah satu unggulan sekolah itu selain pelajaran agama Islam yang lebih mendalam. Dua guru untuk satu kelas juga diterapkan di SDIT As-Sakinah 1. Fadillah menambahkan, SDIT As-Sakinah 2 baru dibuka tahun ajaran 2017/2018 dan menerima dua lokal. Jumlah siswa maksimum 28 orang dalam satu lokal.

Meski banyak yang ingin mendaftarkan anaknya ke sana, namun pihak sekolah membatasi. ”Kita tak ingin satu lokal itu lebih dari 28 orang. Mereka harus fokus,” tambahnya.

Baca Juga :  2018, Kuota Guru Paling Banyak

Saat ini, kata dia, meski baru dua lokal siswanya, namun jumlah guru ditambah kepala sekolah dan pegawai tata usaha sudah sembilan orang. Jumlah yang cukup banyak untuk mendidik dua kelas. Fadillah mengatakan, keunggulannya, selain dua guru untuk satu kelas, maka ada juga mata pelajaran khusus Bahasa Arab dan Alquran.

Sejak masuk sekolah, siswa sudah diajari membaca Alquran. Sasarannya, saat lulus Kelas VI nanti, siswa sudah hafal 6 juz. ”Dari Kelas I sudah diajari baca Alquran sampai lancar hingga Kelas III, tiga tahun kemudian menghafal Alquran. Kalau sudah lancar baca Quran, maka menghafalnya akan lebih mudah,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Pemkab Anambas Kuliahkan 13 Putra Daerah ke Pontianak

Ia mengatakan, siswa di sekolah itu tak hanya dibekali ilmu pengetahuan akademis yang dalam. Namun, ilmu agama Islam juga sangat kuat agar kelak sudah ada modal untuk terus berakhlak mulia. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here