Satukan Keragaman dengan Pawai

0
761
Mobil hias: Masyarakat Tanjungpinang memadati daerah Tepilaut untuk menyaksikan pawai mobil hias, Kamis (26/10). Banyak juga peserta mengenakan baju suku adat tradisional. f-suhardi/tanjungpinang pos

Keragaman suku, budaya dan agama menyatu di Tepilaut Tanjungpinang mengikuti Pawai Pembangunan yang digelar, Kamis (26/10) pagi.

Tanjungpinang – ACARA tahunan yang gelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Otonom Kota Tanjungpinang yang ke-16 tersebut menjadi ajang menyatunya masyarakat, pelajar, TNI/Polri dan elemen lainnya. Ini acara yang ditunggu-tunggu setiap tahun karena membawa keunikan tersendiri. Sehingga, masyarakat dari seluruh sudut kota tumpah ruang di sana untuk menyaksikannya.

Pawai pembangunan yang dibuka Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul itu sangat meriah. Beragam penampilan, atraksi budaya dan persembahan para peserta yang ikut berperan menyatukan keberagaman masyarakat Kepri menambah kemeriahan acara tersebut.

Lis Darmansyah mengatakan, acara ini merupakan agenda tahunan. Setiap tahun sudah menjadi tradisi masyarakat Tanjungpinang. ”Yang paling penting adalah, kegiatan ini menyatukan keragaman kita, suka cita dan persaudaraan. Kita harus tunjukkan bahwa masyarakat Tanjungpinang itu kompak,” ujar Lis Darmansyah kepada wartawan di Tepilaut.

Turut memeriahkan acara, iring-iringan mobil hias, pertunjukan ragam seni budaya lokal. Pencak silat, pembacaan pantun oleh ratusan pelajar, serta atraksi marcing band oleh siswa SMP dan SMA sederajat Kota Tanjungpinang. Sejak pagi hingga siang, masyarakat terus berdatangan dan memadati kawasan Tepilaut untuk menyaksikan pawai yang hanya dilakukan satu tahun sekali itu.

Meskipun cuaca panas, pengunjung tetap bertahan untuk menyaksikan sambil mengabadikan pawai yang melibatkan ribuan pelajar dan pegawai serta ratusan kendaraan mobil hias tersebut. ”Ada mobil gurita, ada juga mobil yang mirip perahu layar, keren,” ujar salah pengunjung, Retno saat datang bersama keluarganya.

Ribuan warga turun ke lokasi untuk menyaksikan pawai ini. Mereka duduk di sepanjang jalan sambil menyaksikan satu per satu mobil hias lewat di depannya. Kamera ponselnya tidak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut. Tidak mau beranjak dari tempat duduknya, warga tetap asik melihat berbagai pakaian adat para peserta yang jalan kaki di sepanjang lokasi acara.

Baca Juga :  PAD Lego Jangkar Tunggu Revisi Perda Retribusi

Sementara dinas-dinas yang mengikuti pawai hias ini menyesuaikan dengan tugasnya. Misalnya Dinas Pertanian dan Pangan. Mereka membuat mobil hias dilengkapi dengan buah-buahan hingga kelapa. Ada jagung, asam dan tanaman lainnya. Satpol PP dan Damkar langsung menghiasi mobil pemadam kebakaran. Ini menunjukkan kepada masyarakat, bahwa saat ini Satpol PP juga sekaligus petugas pemadam kebakaran.

Barisan pawai budaya diawali penampilan drumband SMPN 2 Tanjungpinang, disusul barisan pasukan Merah Mutih, bunga manggar, dan barisan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tampak dalam barisan tersebut Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Drs. Riono M. Si, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Lis Darmansyah, Syahrul, S. Pd, Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri, pimpinan DPRD dan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ketua TP PKK, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, unsur FKPD, Ketua GOW Juariah Syahrul, Ketua DWP, Ersa Famella, serta tokoh masyarakat berdiri di atas panggung utama untuk menyambut peserta pawai, di Pelataran Anjung Cahaya, Tepi Laut Tanjugpinang.

Dari kalangan pelajar menampilkan keberagaman Bhinneka Tunggal Ika. Terlihat berbagai budaya nusantara ditampilkan, mulai dari pakaian adat nusantara, baju tradisional, pakaian internasional, baju profesi, baju kurung Melayu, serta kostum unik dilengkapi dengan atribut yang memberi keindahan dari penampilan mereka.

Selain itu, pawai budaya menunjukkan potensi keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Kota Tanjungpinang. Berbagai paguyuban, seperti Sunda, Jawa, Betawi, dan Tionghoa pun ikut menampilkan seni dan budaya yang mereka miliki.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS Dibuka

Sesekali peserta menampilkan beberapa atraksi menarik, seperti silat, barongsai, reog, ondel-ondel, kuda lumping, pertunjukkan permainan tradisional, joget Singapura, tarian dangkung, dan lainnya, yang membuat masyarakat tertarik dan terpukau dengan penampilan ragam budaya yang ada di Kota Tanjungpinang.

Yang paling seru dan ditunggu-tunggu masyarakat adalah parade mobil hias dari instansi pemerintah kota dan Provinsi Kepri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, yang menampilkan proses pembangunan serta hasil-hasil capaian kerja yang dilaksanakan.

Berbagai bentuk kreativitas dalam arak-arakan mobil hias menjadi suguhan istimewa untuk masyarakat, ada mobil hias yang dibentuk Masjid Apung, Kantor Walikota, burung Garuda, replika pesawat, Kampung KB, dan berbagai potensi dan keragaman wisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

Lis mengatakan, pawai budaya dan mobil ini sebagai ruang untuk menggerakkan kreativitas masyarakat Kota Tanjungpinang, Selain itu, pemerintah juga, memberi motivasi kepada seluruh elemen masyarakat dalam menggerakkan ekonomi dan potensi yang ada di Kota Tanjungpinang. ”Ini momen penting bagi masyarakat, bila dikemas dengan baik maka akan menjadi salah satu kekuatan agar Kota Tanjungpinang menjadi kota wisata,” ucapnya.

Wali kota inovatif ini menjelaskan, dulu Kota Tanjungpinang terkenal dengan Kota perdagangan dan jasa. Sekarang pemerintah terus berupaya dan mencari cara agar Tanjungpinang menjadi kota wisata. ”Kita bisa angkat pariwisatanya, dari sisi wisata budaya, wisata sejarah dan wisata kuliner. Wisata-wisata ini nantinya menjadi sarana penggerak ekonomi di Kota Tanjungpinang, selain potensi lain yang sudah kita dimiliki,” jelasnya.

Lis menyadari, setiap kegiatan pasti ada kekurangan, namun segala kelemahan yang ada, akan dievaluasi dan perbaiki, sehingga pelaksanaan ke depan dapat berjalan lebih baik. ”Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus bertambah pesertanya, contohnya masyarakat Tionghoa, mereka ikut berpartisipasi. Ini menandakan hitrogen masyarakat Kota Tanjungpinang dengan keragaman semangat kebersamaan bisa ditampilkan di kota yang kita cintai ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Minyak Hitam dari Lambung Tugboat Tangkapan Lantamal

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, berharap dengan pelaksanaan pawai budaya dan mobil hias ini dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dan pariwisata di Kota Tanjungpinang,” tuturnya.

Pawai budaya ini dimeriahkan peserta dari sekolah SMP, SMA/SMK, drumband, kepala sekolah, guru, paguyuban, dan masyarakat. Peserta kendaraan hias sebanyak 62 mobil hias diikuti seluruh OPD Pemerintah Kota Tanjungpinang, Bappeda Provinsi Kepri, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Kecamatan dan Kelurahan.

Pawai kendaraan hias dimulai pada pukul 07.00 WIB, melalui rute start dari Terminal Sungai Carang Bintan Center, menuju pintu gerbang I Bintan Center, kemudian ke arah Jalan. DI. Panjaitan menuju simpang batu 6, lurus ke Jalan.Gatot Subroto. Kemudian, Jalan. MT. Haryono, Jalan. Brigjen Katamso, melawan arus Jalan. Bakar Batu. Dari Jalan. Ketapang, iring-iringan mobil hias menyambung peserta pawai budaya hingga finish menuju Anjung Cahaya.

Untuk rute pawai budaya melewati rute, start dari simpang Jalan Pos (Jalan Merdeka), Jalan Hangtuah, dan finish di Anjung Cahaya. Tak hanya mobil yang sengaja dibentuk mirip gurita, bahkan para peserta yang menampilkan pakaian adat mereka masing-masing, turut beraksi di depan para pejabat yang duduk bersama wali kota dan wakil wali kota.

Usai pawai pembangunan ini, pada tanggal 28 Oktober mendatang, Pemko Tanjungpinang akan kembali menggelar acara akbar malam puncak perayaan HUT Tanjungpinang yang dimeriahkan oleh Band Coklat dari Jakarta.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here