SD 004 Tanjungpinang Timur Menjadi Sekolah Rujukan

0
886
MENANAM: Siswa SDN 004 Tanjungpinang Timur terlibat dalam menanam tanamanan. f-DOKUMEN/Tanjungpinang pos

Tanjungpinang – SDN 004 Tanjungpinang Timur belakang Morning Bakery Batu 7 ditetapkan menjadi satu-satunya sekolah rujukan tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Tanjungpinang.

Sekolah ini menjadi rujukan sejak 2014 lalu, melalui penilaian dari pusat dengan berbagai pertimbangan dan kesiapan yang sudah ada. Kini, sekolah tersebut masuk sebagai favorit dan menjadi pusat pertukaran informasi bagi sekolah lain.

Di antaranya rujukan mengenai Kurikulum 2013 (K-13), bagaimana meningkatkan kualitas tenaga pendidik, disiplin dan lainnya. Intinya, sekolah dijadikan basis untuk meratakan prestasi dengan sekolah-sekolah lainnya di Tanjungpinang.

Kepala SDN 004 Tanjungpinang, Retonowati mengatakan, hal ini tidak lepas dari peran guru, pegawai serta orangtua maupun komite sekolah yang bersama-sama dan satu cita-cita untuk meningkatkan kualitas sekolah tersebut.

”Team work yang solid dan siap bekerja menjadi kunci sukses keberhasilan SDN 004 Tanjungpinang Timur. Tanpa itu, saya yakin tidak bisa membawa sekolah ini pada kemajuan-kemajuan yang sulit diraih,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (31/1) saat dijumpai di ruang kerjanya.

Saat ini, sekolah lain tingkat SD di Tanjungpinang, dapat bertukar informasi mengenai berbagai hal di sekolah tersebut. Dalam upata menyeragamkan kualitas pendidikan.

Bahkan kini, mereka sedang bersiap menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri, setelah sebelumnya, 2016 menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional mewakili Provinsi Kepri.

Setelah meraih Adiwiyata Mandiri yang merupakan level tertinggi dalam hal pengelolaan lingkungan sekolah, maka siap menjadi pembina bagi sekolah-sekolah lainnya yang ingin memperoleh penghargaan sekolah Adiwiyata juga. Kini ada enam sekolah yang dibina.

Sampai sekarang pihak sekolah masih terus menjaga kekompakan dan mendukung satu sama lain akan tugas-tugas mereka dalam empertahankan bahkan meningkatkan kualitas sekolah tersebut.

”Keberhasilan SDN 004 Tanjungpinang Timur bukan karena saya, tetapi karena tim yang siap bekerja. Siap menyelesaikan berbagai persoalan dihadapi sekolah, sesuai dengan aturan ditetapkan,” Ujar Retnowati yang menjabat sebagai kepala Sekolah SDN 004 Tanjungpinang Timur, sejak April 2013 lalu.

Ia menuturkan, tujuan menjadi Adiwiyata Mandiri, bukan mencari uang. Melainkan, panggilan hati menularkan rasa cinta kepada ciptaan Allah melalui lingkungan. Ini juga membutuhkan kerja sama semua elemen sekolah, mulai dari para guru, siswa serta para orang tua siswa.

Orangtua juga memiliki peran terkait keberhasilan ini, misalnya terkait lingkungan dengan ikut menyumbangkan air cucian beras di bawa anak ke sekolah.

Itu dapat digunakan untuk menyirami tanaman. Serta lainnya, di antaranya memberikan bibit-bibit tanaman keras seperti jambu dan lainnya.

Ia bermimpi, sekolah ini nantinya di bawah kepemimpinannya atau tidak, tetap bisa terus maju meraih prestasi-prestasi, guna kemajuan pendidikan. Ini tentu juga harus ada peran semua pihak. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Pemko Tanjungpinang.

”Kalau saya berharap sekolah ini mampu terus meningkatkan prestasi, mulai dari sisi lingkungan maupun akademisnya,” ungkapnya.

Retnowati menceritakan, awal dipercaya menjadi Kepala SDN 004 Tanjungpinang Timur, sempat down. Ada ketakutan pada dirinya, tidak bisa membawa sekolah ini maju.

Untuk itu, ia bersama guru-guru, bersama memikirkan berbagai program kerja yang dapat dilakukan. Dengan tujuan yang sama, akan dapat memajukan sekolah.

”Alhamdulillah, 2014 sudah bisa menjadi sekolah rujukan dan menjadi sekolah Adiwiyata tingkat kota, kemudian naik menjadi tingkat provinsi, nasional dan mempersiapkan ke tingkat Mandiri,” tutur istri Drs Ahadi yang kini menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat di Sekretariat Pemko Tanjungpinang itu.

Saat disinggung, adakah suami memiliki peran dalam kemajuan sekolah tersebut, dituturkannya secara langsung tidak. Hanya memberikan dorongan dan semangat, agar melaksanakan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

”Kalau Bapak (suami) hanya bilang, kalau punya kompetensi harus all out dan dibagikan. Jika terkait program kerja dan lainnya, tidak ikut campur,” paparnya.

Meskipun dulu, Ahadi pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan tetapi tidak mencampuri kegiatannya. Hanya kini sering terheran-heran, karena tak percaya jika sang istri mampu menjalankan semuanya.

”Inikan amanah, Alhamdulillah bisa menjalankan. Kalau saya prinsipnya, hanya niat bekerja tulus karena Allah bukan yang lain,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, ada tiga sekolah rujukan di Tanjungpinang. Diantaranya SMAN 1 untuk tingkat SMA, SMPN 1 untuk SMP dan SDN 004 Tanjungpinang Timur untuk tingkat SD.

”Sudah belaku sejak tahun ajaran 2014/ 2015 lalu, jadi kini menjadi rujukan sekolah-sekolah lain,” ungkapnya singkat.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here