SDA Jadikan Peran Strategis Anambas

0
103
FOTO bersama usai menggelar Simposium II yang membahas peran strategis SDA Anambas untuk masa depan. f-istimewa

Stisipol Raja Haji Gelar Simposium-II

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA), di Kabupaten Kepulauan Anambas seperti gas sangat menjanjikan untuk kemajuan daerah.

ANAMBAS – Hal itu dipaparkan oleh akademisi Kampus Stisipol Raja Haji saat menggelar Simposium ke-II di Jemaja, Anambas. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Camat Jemaja, Kamis (22/8) kemarin.

Dimana sebelumnya, sudah dilaksanakan simposium pertama pada (15/8) lalu dengan tema Pelayanan Publik.

Disimposium kedua ini Stisipol Raja Haji mengangkat tema Peran Strategis Kepulauan Anambas dan Laut Cina Selatan dengan Negara Asean. Simposium ini di isi oleh narasumber Zamzami A Karim selaku Ketua Pusat Studi Asean dan Ketua Stisipol Endri Sanopaka S.Sos MPM dari Pusat Studi Antar Kawasan Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

Dalam pembahasannya, narasumber menyampaikan hasil pengamatan lapangan diwilayah perbatasan sebagai perbandingan.

Sekaligus, melihat posisi strategis Kabupaten Kepulauan Anambas diantara negara-negara Asean.

Sebab, diketahui Anambas ini memiliki 5 pulau terluar yang berbatasan dengan negara Asean.

Endri Sanopaka mengatakan, Kabupaten Kepulauan Anambas ini memiliki peran strategis dan potensi yang besar.

Salah satu peran strategisnya adalah, potensi Sumber Daya Alam(SDA) nya sebagai daerah penghasil Gas Alam yang mensuplai kebutuhan energi untuk negara tetangga yakni Singapura melalui pipa bawah laut.

”Bayangkan jika suplai gas tersebut dihentikan. maka Singapura akan gelap gulita. Tentu menghentikan semua aktivitasnya, yang sangat tergantung dengan listrik.” ucap Endri.

Selain itu, Endri juga menambahkan jika dihubungkan dengan Malaysia, khususnya dengan salah satu negara bagiannya yaitu Terengganu.

Menurut Endri, Anambas dan Terengganu ada kesamaan sosial dan budaya masyarakatnya karena hubungan historis dan kekerabatan.

Kemudian, lanjut Endri, jika ditinjau dari hubungan dengan Thailand, maka potensi kelautan dan perikanan Anambas banyak yang diambil secara ilegal oleh nelayan Thailand yang selanjutnya menjadikan Thailand sebagai negara penghasil produk perikanan terbesar.

”Berdasarkan informasi dari Konsulat RI di Songkhla, yang mendapat tugas untuk menarik investasi Thailand. Dalam membangun pabrik di Indonesia khususnya diwilayah Kepulauan Anambas, tentu akan dapat menyerap tenaga kerja serta pendapatan dari sektor perikanan akan meningkat,” tutur Endri.

Dari hasil observasi dan data yang terkumpulkan itu, dipaparkan dalam Simposium tersebut akan di tulis menjadi buku sebagai sebuah rekomendasi bagi pusat studi Asean Stisipol Raja Haji kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian Luar Negeri khususnya direktorat kerjasama Asean.

Dari potensi SDA yang besar, tentu dapat meningkatnya sumber pendapatan daerah. Namun, hal itu perlu juga kesiapan SDM memadai.

Saat ini Anambas mulai dilirik oleh para pengunjung dari luar negeri, bahkan mereka tertarik investasi di Anambas.

Apalagi didukung oleh transportasi udara yang saat ini, sudah reguler dengan dibukanya Bandara Letung. Sehingga, arus masuk pendatang setiap hari terus meningkat.

Maka kesiapan SDM Anambas harus dipersiapkan dengan baik.

”Kalau SDM tidak siap, maka yang akan mengisi adalah orang dari luar daerah. Bahkan dari luar negeri. lihat saja perusahaan migas yang beroperasi diwilayah Anambas sangat minim mempekerjakan anak-anak daerah. Karena keterbatasan keahlian (Skill) yang diperlukan,” terang Endri.

Tentunya, ke depan perlu upaya dari Pemerintah Daerah dalam penyiapan SDM perlu ditingkatkan melalui peningkatan jenjang pendidikan.

Tidak hanya tamat SMA saja, perlu paling tidak jenjang Diploma 3 untuk bidang kejuruan seperti Teknik Perminyakan dan Gas serta Pariwisata.

Jenjang S1, masih kata Endri, merupakan level peluang untuk memperoleh pekerjaan bagi anak-anak Anambas.

”Tentunya kita perguruan tinggi juga berupaya, untuk berkontribusi untuk memajukan daerah seperti Anambas. Kontribusi itu seperti program KKN, yang saat ini kita laksanakan di Anambas. Dengan KKN ini, tentu akan memotivasi anak-anak di Anambas agar melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,” tutup Endri.

Ferizone S.Sos, MPM selaku ketua pelaksana Simposium-II ini menyampaikan, kegiatan ini sebenarnya kita turut mengundang perguruan tinggi di luar negeri seperti Asia e-University Kuala Lumpur, University Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Dan University Utara Malaysia (UUM).

”Karena teman-teman dari perguruan tinggi di luar negeri, belum berkesempatan datang ke sini karena terkendala masalah waktu. Sementara penerbangan tujuan dan dari Letung sering terganggu karena masalah operasional. Sehingga menyulitkan untuk kehadiran mereka.” kata Ferizone.

Simposium ini, dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kepri, Anggota Komisi III DPRD Prov Hj Raja Astagena, Ketua LAM, Karang Taruna Jemaja, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan mahasiswa/i KKN Stisipol Raja Haji. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here