SDA Kepri Berlimpah

0
954
Anggota DPRD Kabupaten Bintan saat meninjau lahan potensi tambang di Kampung Pulang Ladi, Teluk Bintan beberaap waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

MBS. KALAU dinilai dg cermat provinsi Kepulauan Riau punya potensi yg sangat tinggi nilainya. Pertama penghasil gas bumi di Natuna yg dikuasai perusahaan Kanoco Amerika hari ini. Kedua, Kepri penghasil ikan terbesar sehingga mengundang pencuri ikan asing, sayangnya pemerintah belum bisa dirikan pabrik ikan sarden. Ketiga, pelabuhan dan lego jangkar pelimpahan dari negara Singapura yg saat ini ribut tak jelas pemasukannya di Batam. Keempat pasir timah laut yg belum diolah. Katanya kabupaten Meranti Riau dah berhasil garap timah, jadi tak usahlah banyak wacana, olah aja kekayaan alam yg ada ini.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Saat ini Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemprov Kepri sudah membekukan izin tambang yang perizinannya merupakan wewenang Pemprov kepri. Tujuannya agar seluruh tambang bisa terdata dengan baik dan bermanfaat untuk daerah. Saat ini seluruh izin perusahaan tambang di kabupaten/kota se Kepri sudah tidak ada yang aktif.

Baca Juga :  Pecat je Pegawai Pemalas

Izin tambang yang dibekukan itu berupa tambang pasir, tambang bauksit, timah dan yang lainnya untuk wilayah Bintan, Lingga dan Tanjungpinang, Karimun. Hal ini diketahui setelah keluarnya Pengumuman Kementerian ESDM no.1115.pm/04/DJB/2016 tanggal 29Juli 2016 yang ditandatangani oleh Dirjen Minerba RI.

Status perusahaan yang ada selama ini sudah dicabut karena dinilai tidak taat aturan. Izin yang dulunya ada di kabupaten dan kota kini dilimpahkan ke provinsi, hampir semua tidak ada jaminan reklamasinya. Dana itu baru boleh dikembalikan ke perusahaan, kalau ada pelaksanaan reklamasi

Baca Juga :  Bukan Untuk Pelindo

Izin yang dulu dikeluarkan oleh kabupaten dan kota, kini sudah berakhir dan ada yang dicabut, serta serta tidak diberikan perpanjangan karena habis masa berlakunya. Walaupun banyak pemilik izin yang memohon perpanjangan izin namun tidak diberikan perpanjangan. Pasalnya, perusahaan tambang di Kepri selama ini dinilai, kinerjanya tidak baik. Termasuk yang di Bintan. Tidak ada lagi perusahaan tambang yang aktif.

Ada 39 Ijin Usaha Pertambangan di Kepri yang dicabut. Seperti diketahui, pemerintah pusat mewacanakan akan membuka kran ekspor hasil tambang. Namun, regulasinya akan diatur kembali hingga aktivitas masing-masing perusahaan tidak merusak lingkungan serta bisa memberi keuntungan bagi negara. (ais)

Baca Juga :  Kapan Ada Lowongan PTT dan CPNS?

Alfian
Kabid Pertambangan Umum Distamben Provinsi Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here