SDN 004 Tanjungpinang Percontohan

0
1182
MEMBERIKAN SEMANGAT: Kadis Pendidikan Pemko Tanjungpinang HZ Dadang AG saat memberikan semangat kepada siswa SMP. f-humas pemko tanjungpinang

Jumlah Maksimal 28 Siswa Dalam Kelas

Tanjungpinang – DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang berkomitmen mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun ajaran baru ini.

Kadisdik Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, pihaknya berupaya mengacu pada Permendikbud terutama terkait jumlah siswa dalam satu kelas sesuai dengan ketentuan. Yaitu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 dan paling banyak 28 siswa. Untuk tingkat SMP dalam satu kelas juga berjumlah paling sedikit 20 dan paling banyak 32 siswa.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Ikut Pembinaan Calon Polri

”Kita berupaya mengacu pada Permendikbud tersebut. Semaksimal mungkin diikuti,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (12/6).
Hanya saja, terkait zonasi atau domisili agak berbeda dari ketentuan Permendikbud. Yaitu meminta pihak sekolah memberikan kuota 90 persen untuk siswa sekitar.

Sedangkan Disdik Kota Tanjungpinang menetapkan 70 persen saja.
Hal ini karena memberikan kesempatan kepada siswa tak mampu dan berprestasi lebih besar dengan kuota 30 persen.

Saat disinggung, apakah bisa menerapkan jumlah maksimal siswa dalam satu kelas, terutama di sekolah unggulan, Dadang meyakini.
Untuk diketahui, ada beberapa sekolah unggulan tingkat SMP dan SD di Tanjungpinang. Diantaranya SMPN 1 Tanjungpinang yang kini menjadi sekolah rujukan. SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5 dan SMPN 7 Tanjungpinang masuk kategori favorit.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Menanti Seragam Gratis

”Kita berusaha untuk menerapkan di tahun ajaran baru ini,” ungkapnya. Meski demikian, ia memberikan contoh bahwa SDN 004 Tanjungpinang Timur, yang merupakan sekolah rujukan sudah menerapkan hal ini, sejak tahun lalu.

”SDN 004 Tanjungpinang Timur sekolah favorit dan kini menjadi rujukan, telah menerapkan jumlah siswa maksimal 28 per kelas dan akan di susul sekolah-sekolah lain,” tambahnya. Dalam proses penerimaan PPDB, pihak sekolah utamnya memperhatikan usia. Untuk SD, jika calon siswa sudah usia tujuh tahun wajib diterima. Serta tidak menutup kemungkinan di bawah usia tersebut diterima, asalkan kuotanya masih ada.

Baca Juga :  UNBK, Teknisi PLN Siaga

”Jadi lihat daya tampung sekolah juga, jika memungkinkan tidak masalah menerima di bawah usia 7 tahun,” paparnya. Proses PPDB akan dimulai 3-8 Juli mendatang untuk tingkat SD maupun SMP. Dijadwalkan, Sabtu (17/6) seluruh siswa akan menerima rapor kenaikan kelas. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here