Sebelum Undur, Nama Rahma Dikeluarkan dari Fraksi di DPRD

0
296

TANJUNGPINANG – Calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengharapkan SK pemberhentian (Pergantian Antar Waktu/PAW) sebagai anggota DPRD Tanjungpinang periode 2014-2019 dapat segera diproses dan diselesaikan.

Menurutnya, tidak ada alasan lagi untuk menunda proses pemberhentian itu. Sebab, sebelum mengundurkan diri secara resmi dari DPRD Tanjungpinang, namanya sudah dicoret Fraksi PDIP Tanjungpinang.

Pada 4 Januari 2018 lalu, Fraksi PDIP Tanjungpinang mengirimkan surat ke Sekretariat DPRD Tanjungpinang yang ditandatangani Syahrial dan Petrus M Sitohang terkait perubahan alat kelengkapan dari fraksi tersebut.

Tim Kuasa Hukum Syahrul-Rahma bersama masyarakat (Sabar), M Agung Wiradharma menuturkan, jika kemudian tim pemenangan pemilu PDIP Tanjungpinang, Syahrial menyatakan Rahma belum mengirimkan surat pengunduran diri sebagai kader ke PDIP Tanjungpinang maupun anggota DPRD, namun berdanding terbalik dengan kenyataan yang dialami Rahma.

Secara sepihak, nama Rahma sudah dikeluarkan dari alat kelangkapan di DPRD Tanjungpinang dari Fraksi PDIP Tanjungpinang.

Sebelumnya, Rahma dipercayakan duduk di Komisi I membindangi legislasi dan pendidikan.

”Yang tahu alasan kenapa Bu Rahma dikeluarkan, hanya PDIP Tanjungpinang. Kalau saya mau jujur, di sini Rahma sebenarnya dizalimi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (8/5) usai menghadiri rapat bersama Ombudsman dan lembaga lainnya di Lantai III Pemprov Kepri di Dompak.

”Selama Bu Rahma duduk di DPRD Tanjungpinang kan semua tahu, dia tak ada main proyek-proyek. Setiap hari hanya kerja turun ke masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya,” tambahnya.

Menurutnya, Rahma hanya tipe pekerja. Tidak mencari keuntungan untuk pribadi maupun meminta imbalan dari pihak-pihak lainnya. Meski demikian, kinerjanya selama ini malah tidak dihargai partai. Rahma terkesan menjadi figur yang menakutkan dan sulit ditandingi.

”Saya tegaskan, sejak awal Bu Rahma tak ada niat maju di Pilwako. Jika pun ingin tetap melayani masyarakat pastinya masih di legislatif. Namun ia berencana memilih partai yang siap mendukung ide dan kinerjanya,” tuturnya.

Diakui Agung, banyak masyarakat, tokoh masyarakat, pengurus partai politik yang datang ke rumahnya dan memintanya maju di Pilwako.

Semua tawaran itu tak langsung diterimanya. Bahkan sampai Desember 2017 lalu, Rahma belum menyatakan sikap maju di Pilwako meski banyak yang meminta.

Karena desakan masyarakat, Rahma dengan pikiran yang tenang dan penuh keikhlasan berdoa meminta petunjuk.
Akhirnya memutuskan mau maju mendampingi Syahrul sebagai Calon Wali Kota Tanjungpinang.

Rahma memutuskan keluar dari PDIP Tanjungpinang, Minggu (7/1) atau sehari sebelum mendeklarasikan diri dan mendaftar ke KPU Tanjungpinang sebagai Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Senin (8/1).

Ia resmi berhenti dari jabatannya sebagai anggota DPRD Tanjungpinang pada, 12 Februari 2018 setelah penetapan sebagai Calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang mendampingi Syahrul oleh KPU Tanjungpinang.

Jika sudah demikian, ia berharap Fraksi PDIP Tanjungpinang segera memberikan rekomendasi pengunduran diri Rahma sebagai anggota partai untuk kemudian diproses pengunduran diri sebagai anggota DPRD Tanjungpinang.

Diakuinya, meski tanpa rekomendasi dari PDIP Tanjungpinang, Rahma nantinya tetap bisa maju. Meski demikian, ia menginginkan persoalan ini selesai dengan baik tanpa menimbulkan efek dikemudian waktu. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here