Sebuah Catatan Pengalaman Mengikuti Duta Pemuda Kreatif 2017

0
2059
Al Mukhlis

Bilamana bangsa itu tidak bertekad menumpas segala yang negatif dan mengembangkan segala yang positif dari masa silamnya, maka bangsa itu tidak akan mungkin dapat membina, membimbing dan membangun masa depannya
(Ir. Soekarno).

Oleh: Al Mukhlis
Duta Pemuda Kreatif Kepri 2017

KEMAJUAN arus globalisasi semakin meresahkan masyarakat Indonesia saat ini. Kalangan pemimpin negara beserta pemikir-pemikir pergerakan bangsa, sibuk mendedahkan beberapa tantangan maupun strategi penting dalam menghadapi kehadiran abad ke-21 yang nanti diperkirakan merupakan abad yang serba canggih, penuh persaingan, dan segala tantangan lainnya.

Sumber daya alam yang melimpah bukanlah tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Justru kekayaan yang dimiliki akan habis dimakan zaman atau asing, jika manusia-manusia di Indonesia tidak bisa memanfaatkannya menjadi ladang emas yang bisa dinikmatinya sendiri. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan demi menghalau mimpi buruk itu? Apa, siapa dan dengan cara apa Indonesia dapat menjamah keberhasilan yang selama ini diimpikan?

Jawabannya terletak pada diri kita sendiri. Kita harus siap menjalani proses pengembangan diri secara pribadi menjadi masyarakat yang cerdas, berkualitas, kreatif, dan berdaya guna demi pembangunan bangsa yang lebih baik. Layaknya orang-orang pintar mengatakan “Jika kita ingin menggenggam dunia, maka kuasailah ilmu pengetahuan.”

Dikatakan dalam Undang-Undang Kepemudaan No. 40 Tahun 2009 dengan membahasakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan pengembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualitas diri, dan cita-cita pemuda. Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan. Banyak poin dalam undang-undang tersebut yang mengatur tentang tugas dan fungsi pemuda dan peran penting pemerintah dalam membangun jiwa kepeloporan pemuda.

Baca Juga :  Kota Budaya dan Berkiblat pada Kekayaan Sejarah dan Tradisi

Saya tidak menafikan bahwa banyak sekali pemuda yang kreatif dan inovatif di Kepulauan Riau tempat di mana saya berkreasi. Namun dalam ajang Pemilihan Duta Pemuda Kreatif 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang pendaftaran onlinenya-karena memang proses pemilihan ini secara online dibuka tepat pada tanggal 4 Agustus- 3 September 2017, tahap awal seleksi kelengkapan administrasi dengan barbagai macam persyaratan, dan dilanjutkan dengan seleksi kedua yaitu sesi wawancara online menggunakan aplikasi Skype, dan itupun harus menghadapi 7 (tujuh) dewan juri dengan bidang pertanyaan yang berbeda, lantas tinggal menunggu hasil akhir. Akhirnya Allah menyambut doa dan menghadiahkan kerja keras ini dengan di undangnya saya sebagai perwakilan dari provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti proses pembekalan dan pengukuhan Duta Pemuda Kreatif 2017 di provinsi Lombok-Mataram selama lebih kurang 1 (satu) minggu.

Pada proses pembekalan itu, kami Duta Pemuda Kreatif 2017 diberikan berbagai macam ilmu dari pembicara-pembicara nasional. Dengan tujuan tercipta “bintang-bintang indah yang mampu mengindahkan semua mata yang melihatnya”. Sambutan dari Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga yang mengatakan bahwa slogan ‘kreatif adalah solusi’ memberi cerminan bahwa kreativitas pemuda adalah solusi.

Baca Juga :  Siapa yang Mau Jadi Walikotaku?

”Kalian para Duta Pemuda Kreatif adalah pelopor, leader of change (pemimpin perubahan), pemuda yang kreatif, harus mengerti peran-tugas dan fungsi pemuda. Dalam pemilihan ini, kami mengharapkan kalian bisa membangun jejaring pada seluruh pemuda kreatif yang ada, dan memikul beban berat menciptakan pemuda-pemuda kreatif lainnya.”

Dari bahasa tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa kami perwakilan tunggal setiap provinsi adalah mitra kerja mereka. Apapun kegiatannya.

Berita bahagia diatas bukanlah ajang pamer atau gaya-gayaan. Melainkan berita bahagia untuk semua pemuda kreatif yang ada di Kepulauan Riau. Sebagai Mitra kerja, role model, perpanjangan tangan atau penyambung Kemepora, kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berkreasi lebih banyak lagi. Karena sejatinya, pemerintah sebagai fasilitator berperan penting dalam memfasilitasi dan membantu segala kegiatan kreativitas kepemudaan.

Adapun tugas Duta Pemuda Kreatif 2017 adalah: 1) Menggerakkan dan mendorong pemuda di wilayahnya untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi untuk kemandirian dan daya saing; 2) Menjadi relawan untuk mensukseskan Gerakan Nasional Pemuda Kreatif (GNPK) di wilayahnya, bersinergi/bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) provinsi dan kabupaten/kota atau dinas yang menangani bidang kepemudaan, bekerjasama dengan komunitas pemuda kreatif dan stakeholder lainnya sampai tingkat desa, serta berperan aktif dalaam berbagai kegiatan kepemudaan di Kementrian Pemuda dan Olahraga dan kegiatan kepemudaan di provinsinya; dan 3) Melaksanakan program kerja di provinsinya selama 1 (satu) tahun masa pengabdian atau sampai dengan terpilihnya Duta Pemuda Kreatif tahun berikutnya.

Baca Juga :  Anies, Istana dan Citra Jokowi

Sedangkan perannya mesti mampu menjadi: 1) Sebagai leader of change (pemimpin perubahan) melalui Gerakan Nasional Pemuda Kreatif (GNPK); 2) Sebagai motivator pada pemuda untuk meningkatkan kreativitas pemuda; 3) Sebagai fasilitator atau relawan untuk meningkatkan kreativitas pemuda melalui pengembangan Gerakan Nasional Pemuda Kreatif (GNPK); 4) Membantu mensosialisasikan program/kegiatan peningkatan kreativitas pemuda dari Kemenpora; dan 5) Mempublikasikan tugas dan aktifitasnya sebagai Duta Pemuda Kreatif melalui media setempat dan/ nasional, serta jejaring media sosial yang dimilki.

Sedangkan batasan karya kreatif yang diberlakukan sebagai fokus pengembangan kreativitas pemuda meliputi dari aplikasi dan pengembang gim, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi.

Dengan semangat dan harapan yang besar, saya mengajak seluruh instansi/lembaga/komunitas/organisasi kepemudaan yang memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kreativitas pemuda untuk bersama-sama maju dan berjuang membangun serta menciptakan generasi muda yang hebat, kreatif, berguna dalam membangun Indonesia menjadi lebih hebat.

Kota Gurindam negeri ternama
Hikayat zaman sudah tersurat
Pemuda kreatif melangkah bersama
Dalam mewujudkan Indonesia hebat!
***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here