Sedih, Saat Sakit hanya Tertidur Ngemper di Rumah Warga

0
1433
Aris tertidur ngemper di teras rumah warga F-JENDARAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGUBAN – Sedih dan miris nasib Aris (68). Dia warga Kampung Bukit Senyum RT 02 RW 02 Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. Pria yang sudah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1992 itu kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Saat Tanjungpinang Pos berkunjung ke wilayah tersebut, Aris yang saat itu kondisinya sedang sakit, hanya mampu terbaring di depan rumah salah satu warga. Bukannya dirawat di rumah sakit atau pusat kesehatan, pria yang sehari-hari bekerja serabutan dan tidak punya sanak keluarga ini hanya istirahat “ngemper” di depan rumah warga.

Apalagi, saat sakit dan tidur ngemper di depan rumah warga dengan kasur tipis pemberian warga tersebut, suasana dingin menyelimuti wilayah tersebut. Ya kondisi di wilayah Bintan memang sedang dilanda hujan, nyaris setiap hari.

Pria tua itu, tidak begitu peduli dengan kehadiran orang yang lalu lintas. Ia hanya tidur pulas, sesekali terbangun melihat kondisi sekitarnya. Kondisi tubuhnya yang sedang sakit dan demam membuat ia tidak begitu banyak berkomunikasi dengan warga.

Iwan, salah seorang warga sekitar mengatakan, pak Aris kondisinya sedang sakit. Bahkan, dua hari lalu baru ia antarkan ke bidan desa untuk berobat. Hal tersebut dilakukan Iwan karena Aris tak punya uang dan tidak juga punya kartu BPJS.

Katanya, Aris memang warga Kampung Bukit Senyum. Sebelum Iwan menetap di wilayah tersebut, Aris sudah tinggal di wilayah tersebut. Dari dulu, kata Iwan, Pak Aris memang tidak punya keluarga dan rumah. Ia tinggal di bekas gudang warga dan pos kamling, terakhir Pak Aris justru hanya tinggal ngemper mengemper di rumah warga.

“Kami kasihan juga, tapi kondisi kami juga susah bang. Kemarin berobat antar Pak Aris ke bidan desa saja bayar Rp 30 ribu, kami masih ngutang. Sedih juga dia tidak ada BPJS,” jelasnya, Rabu (14/11).

Katanya, ia sudah menyampaikan hal itu ke RT setempat, namun hingga kini belum mendapatkan respon.

“Kasihan Pak Aris bang, dia susah sejak dulu, tetapi tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jangankan bantuan rumah, raskin pun tak pernah diperolehnya. Abang lihat saja dia sakit tidur di depan rumah orang, kasihan bang kalau hujan, kedinginan dia. Kami selalu bantu dia untuk makan bang, namun kalau bantu lebih, kami juga tidak mampu, hidup kami juga pas-pasan,” ucapnya.

Kepada Tanjungpinang Pos, Iwan berharap agar pemerintah memperhatikan Pak Aris dan semoga ia mendapatkan pengobatan dan bantuan dari pemerintah.

“Kalau bisa dibantu lah Pak Aris ini bang. Dia butuh sekali bantuan, terutama kesehatan dan tempat tinggal bang,” sebutnya yang diiyakan oleh warga lainnya.

Sementara itu, Sarman, RT setempat membenarkan jika Aris adalah warganya. Namun, ia mengatakan Aris tidak memiliki BPJS karena KTP-nya hilang. Untuk Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan menumpang di KK warga lainnya.

“Kemarin memang sudah kami minta untuk mengurus surat kehilangan ke polisi, namun sampai sekarang sepertinya tidak ada. Harusnya kan mudah saja, warga pun bisa membantu yang bersangkutan mengantar ke kantor polisi untuk buat surat kehilangan. Kalau ada suratnya, pasti mudah diurus,” sebutnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here