Sejak 2013, 42 Orang Terinfeksi HIV

0
290
RATUSAN masyarakat berada di pelabuhan Berhala Letung menyaksikan pemulangan pelayan kafe remang-remang ke asalnya dari Jemaja menggunakan Kapal Bukit Raya. f-indra gunawan/tanjungpinang pos
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kepulauan Anambas Islam Malik mengatakan, mulai 2013 hingga 2018 ada 42 orang terinfeksi virus HIV.

ANAMBAS – Dari jumlah itu, termasuk 8 orang terinfeksi virus HIV di sepanjang tahun 2018.

Dari 8 orang tersebut, dua orang diantaranya merupakan ibu rumah tangga dan 6 lainnya diduga merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang beroperasi di Anambas.

”Berdasarkan data sejak 2013 ada 42 orang terinfeksi virus HIV. Mereka yang terinfeksi itu, ada yang sudah meninggal dunia ataupun pulang ke daerah masing-masing,” kata Islam Malik, Kamis (24/1).

Ia mengaku, pasien yang terinfeksi HIV ini diketahui saat berobat ke rumah sakit.

Saat itu, pasien tersebut terinfeksi penyakit TBC namun ketika dia cek positif HIV.

”Rata-rata mereka yang terinfeksi ini terlacak pada triwulan III, dan IV tahun 2018 kemarin itu ketika pasien berobat saat mengalami sakit,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, saat ini yang sedang dalam pengawasan intensif ada empat orang dan terus diberikan perawatan secara maksimal.

Ia tidak menampik, penyebaran utama HIV di kabupaten Kepulauan Anambas adalah seks bebas tanpa menggunakan Kondom sebagai pelindung di kalangan PSK. ”PSK ini tergantung pelanggannya, ada beberapa PSK yang kita ketahui terinfeksi langsung dikirim pulang. Jangkit virus itu akibat berhubungan badan,” ucapnya.

Katanya, pihaknya kesulitan melakukan deteksi serta sosialisasi terhadap bahaya HIV di Kota Tarempa. Sebab, PSK tersebut terselubung dan apabila razia maka akan bersembunyi dan belum lagi berbaur dengan masyarakat.

”Yang kita harapkan itu, ada razia dan tertangkap maka akan dapat dideteksi apakah ada yang terinfeksi atau tidak,” ujar dia.

Sebut dia, HIV itu seperti gunung es dimana 8 orang itu merupakan puncaknya.

Sedangkan, bagian bawahnya tidak diketahui berapa banyak. Tambah dia, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi dimasyarakat yang disejalankan dengan penyuluhan narkoba.

Selain itu, puskesmas yang ada juga diwajibkan untuk menyampaikan informasi tentang HIV kepada masyarakat.

”Kita juga menyarankan kepada kawan-kawan di puskesmas, untuk selalu safety saat menangani pasien. Karena di Kota Tarempa sulit mendeteksi pasien HIV ini,” tuturnya.

Ia mengatakan, diatas kertas memang saat ini grafik penderita HIV menurun.

Namun, apabila berkaca bahwa ini merupakan fenomena gunung es maka diprediksi meningkat.

”Ciri-ciri terinfeksi itu badan semakin kurus, lalu penyakit diare terus menerus, diserang penyakit tidak sembuh-sembuh, hal ini dikarenakan antibodi susah tidak ada. Rata-rata penderita HIV meninggal bukan karena HIV namun oleh penyakit lain yang diderita,” tutupnya.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, pihak Dinas Sosial Pemkab Anambas memulangkan seluruh pelayan Tempat Hibueran Malam (THM) merupakan desakan masyarakat.

Pihak Dinas Sosial, akhirnya memulangkan 38 orang pelayan kafe remang-remang di THM Kecamatan Jemaja dengan KM Bukit Raya, Jumat (18/1).

Ketika pemulangan pelayan THM dengan kapal Bukit Raya, terlihat ratusan masyarakat Kecamatan Jemaja ikut menyaksikan di Pelabuhan Berhala Letung.

Masyarakat yang hadir pada saat pemulangan sejumlah pelayan THM itu, untuk menyaksikan benar tidaknya pihak Pemerintah Daerah (Pemda) serius dalam memulangkan pelayan tersebut dari Jemaja.

Masyarakat pada umumnya, THM yang ada dikhawatirkan akan berkembang menjadi sarana prostitusi.

Sehingga, kaum ibu di Jemaja kompak mengkawal seluruh pelayan THM tersebut saat dipulangkan di Pelabuhan Berhala Letung.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here