Sejak Muda Tanamkan Jiwa Wirausaha

0
59
PENYERAHAN cenderamata dari Ketua Prodi Ekonomi Manajemen Imran Ilyas, M.M mewakili Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang kepada narasumber Satriadi,S.AP, M.Sc (kanan) usai kegiatan seminar tersebut. F-istimewa

Seminar STIE untuk Menciptakan Entrepreneur Berbasis Ekonomi Makro-Mikro

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang ditanamkan jiwa berwisara usaha sejak muda.

TANJUNGPINANG – SALAH satu upaya mewujudkannya adalah dengan seminar ekonomi, Sabtu (3/11) di Kampus STIE Pembangunan Jalan RH Fisabilillah No.24 Km 5 Atas oleh Program Studi (Prodi) Ekonomi Manajemen, Kampus STIE.

Seminar ekonomi kali ini mengangkat tema ‘Menerapkan Jiwa Pengusaha Muda Berbasis Ekonomi Makro dan Mikro’.

Dengan pembicara yakni, Satriadi,S.AP, M.Sc sebagai narasumber dan dosen di Kampus STIE Pembangunan.

Satriadi, merupakan dosen pada mata kuliah Manajemen Pelatihan, Pengembangan dan Sumberdaya Manusia.

Ia pun menyebutkan, tujuan digelarnya seminar tersebut untuk mengetahui pengaruh ekonomi secara agregat. Selain itu, sebagai bentuk upaya menanamkan jiwa berwirausaha di usia muda. Sebagai kampus di bidang ekonomi, tentunya seminar untuk menerapkan jiwa pengusaha muda secara menyeluruh sangat penting.

Namun, yang terpenting untuk menjadi seorang pengusaha dimulai dengan niat yang kuat dan istiqamah dan perlu yang namanya tindakan. Kemudian, menerapkan jiwa pengusaha itu dimulai dengan sesuatu yang disenangi, dan dicintai kemudian mencintai apa yang dikerjakan.

”Sebagai contoh, jika kita menyenangi bermain game mobile legend, maka hal tersebut bisa kita jadikan peluang untuk sebuah bisnis seperti kita bisa menjadi seorang penjual diamond pada game mobile legend,” terang Satriadi,S.AP, M.Sc kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu (3/11).

Ia menambahkan, saat ini yang paling trend adalah dengan menjalankan bisnis online.

”Saya rasa, sebagai seorang mahasiswa-mahasiswi harus bisa membaca peluang yang ada di depan mata. Ditambah lagi, dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga, sangat memudahkan kita dalam memasarkan produk yang kita jual baik menggunakan Media Sosial (Medsos),” tambah Satriadi.

Menurutnya, kecepatan dan luasnya cakupan Medsos tentu menjadi poin utama untuk berbisnis online.

Ia juga mengakui, bahwa sebagian orang menilai jiwa pengusaha merupakan bakat alami namun pendapat itu tidaklah benar sepenuhnya.

Ia menjelaskan, ungkap tersebut secara teori pun ada. Namun, lanjut Satriadi, jiwa entrepreneur juga bisa dibentuk dan dilatih sejak dini. Beberapa waktu lalu, sekitar bulan Juli, Kampus STIE Pembangunan juga mengelar bazar mahasiswa di lingkup kampus.

Selain sebagai penunjang ilmu mata kuliah yang diperoleh, tetapi juga salah satu cara untuk mendorong dan menanamkan jiwa entrepreneur kepada mahasiswa-mahasiswinya.

Ketua STIE Pembangunan Ibu Charly Marlinda, SE. M.Ak, Ak. CA selalu berkomitmen dan sangat mendukung dengan digelarnya event internal kampus seperti bazar.

Menurutnya, dengan adanya praktik berjualan atau berdagang akan menjadi modal ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa-mahasiswinya untuk memulai suatu usaha. Pihaknya, tentu menginginkan lulusan STIE Pembangunan ke depannya tidak tergantung untuk bekerja di lingkup pemerintahan termasuk menjadi seorang honor bahkan pegawai.

Untuk itu, pihaknya kerap menggelar beberapa kegiatan yang mengarahkan kepada entrepreneur seperti kegiatan bazar ekonomi. Sehingga, dengan event bazar tersebut dalam mendorong jiwa entrepreneur mahasiswanya sejak kuliah.

”Kita inginkan mahasiswa STIE Pembangunan nantinya setelah lulus dapat mapan secara ekonomi, dan tentunya kami ingin mendorong jiwa entrepreneur mahasiswa. Sehingga, mindset mereka harus diubah dengan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Charly.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here