Sejak Otonom, Kota Tanjungpinang Berkembang Pesat

0
432
Suasana paripurna HUT Otonom Kota Tanjungpinang. f-desi/tanjungpinang pos

SENGGARANG – DPRD Kota Tanjungpinang bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar sidang paripurna istimewa HUT Otonom ke-17 Kota Tanjungpinang di ruang sidang utama DPRD Tanjungpinang, Senggarang, Rabu (17/10).

Rapat istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno tersebut juga dihadiri elemen masyarakat. Dihadiri mantan Walikota Tanjungpinang periode sebelumnya, Gubernur Kepri yang diwakili kepala OPD, pegawai, FKPD dan ormas serta tokoh adat.

Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno mengatakan, rapat paripurna istimewa HUT Otonom Kota Tanjungpinang ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari jadi Kota Otonom Kota Tanjungpinang. ”Sejarah perubahan status dari Kota Administrasi menjadi Kota Otonom tentang Pemda atau dikenal dengan Undang-Undang Otonom Daerah telah membawa kita menjadi kota yang lebih maju. Setelah melalui proses dan perjuangan maka Kota Tanjungpinang dipandang layak untuk ditingkatkan statusnya jadi Kota Otonom dan menjadi Ibukota Provinsi Kepri,” kata Suparno.

Sebelumnya, Tanjungpinang masih menjadi ibukota tingkat II , selanjutnya tahun 2000 diperjuangkan menjadi Kota Otonom sehingga Tanggal 16 Januari 2002 dibentuk dan kemudian Tahun 2002 Provinsi Kepri terbentuk dan Kota Tanjungpinang jadi Ibukota Provinsi Kepri.

Menurutnya, secara geografis Kota Tanjungpinang sangat strategis dan dapat menarik penduduk dari kota lain untuk datang dan mencari lapangan pekerjaan dan investasi. Sehingga jumlah penduduk Kota Tanjungpinang mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Pertumbuhan itu sendiri, menurut Suparno harus diimbangi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Dengan kesiapan Sumber Daya Manusia, infrastruktur, pemberian layanan perizinan yang prima serta kepastian hukum sudah tidak dapat ditawar lagi dalam mendorong pertumbuhan investasi dan kesejahteraan masyarakat.

”Kota Tanjungpinang secara fisik dan ekonomi sudah melaju pesat, namun perlu diimbangi budaya kultur, pendidikan dan kesehatan penduduknya. Untuk mengetahui itu harus diperhatikan sejauh mana Kota Tanjungpinang telah menyediakan layanan publik bagi penduduk dan menurunkan kemiskinan.

Selain itu juga, bagaimana Kota Tanjungpinang dapat sejajar dengan upaya pengembangan penduduk yang sejahtera.

Juga Kebudayaan adat istiadat seni budaya yang mencitrakan Tanjungpinang sebagai tanah Melayu dan itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Suparno juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang telah melantik Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul dan Hj Rahma pada tanggal 21 September 2018 lalu untuk memimpin Kota Tanjungpinang periode 2018-2023.

”Kami juga ucapkan terimakasih kepada Walikota sebelumnya bapak H Lis Darmansyah yang telah mengabdi pada Kota Tanjungpinang pada masa kepemimpinannya. Juga pada penjabat Walikota Bapak Raja Ariza yang memimpin dan mengabdi pada Kota Tanjungpinang selama proses Pemilu,” ungkapnya.

Sebelum paripurna, diadakan upacara di kantor Walikota Tanjungpinang. Peserta upacara seluruh ASN dan organisasi dan FKPD. Juga diikuti anggota DPRD. Pemko juga menyerahkan sejumlah hadiah kepada yang berprestasi di berbagai bidang. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here