Sejak Pemberontakan PKI, Jalan Kampung Baru Memprihatinkan

0
52
SEORANG pengendara melintasi jalan tanah berlumpur menuju Kampung Baru, Lagoi, Senin (22/10). f-jendaras/tanjungpinang pos

TELUKSEBONG – Jalan tanah rusak, sempit, terjal dan berlumpur, begitu lah akses jalan menuju Kampung Baru Lagoi, Desa Sebong Lagoi Kecamatan Teluk Sebong. Jalan sepanjang lebih kurang 3 kilometer tersebut, belum tersentuh bantuan pemerintah sejak zaman pemberontakan PKI tahun 1965, sampai sekarang.

Jalan kampung yang sudah ada sejak tahun 1965 ini, kondisinya nyaris tidak berubah. Hanya ada tumpukan bebatuan untuk menutupi kubangan lumpur yang dalam dan terjal. Parahnya, saat kondisi hujan jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Jika sedang cerah dan panas, hanya sepeda motor yang dapat melintas dengan penuh hati-hati, dan mobil tertentu yang memiliki tenaga lebih kuat dan ban yang berbunga tebal.

Jalan yang kanan dan kirinya hanya ditumbuhi semak dan hutan tersebut, terasa jauh dari kata layak, bagi warga kampung berpenduduk kurang lebih 35 Kepala Keluarga tersebut. Warga pun berharap jalan tersebut dapat diperbaiki, sehingga dapat dengan mudah dilalui.

Lalu Sabri, seorang warga Kampung Baru mengatakan, pihaknya sangat berharap perbaikan jalan kampung tersebut oleh pemerintah. Apalagi, baru-baru ini Gubernur Kepri Nurdin Basirum sudah mengunjungi kampung tersebut.

”Kemarin, kami sudah sampaikan keinginan warga waktu Pak Gubernur Kepri datang. Harapan kami terealisasi, sehingga jalan kampung layak dilalui dan banyak wisatawan datang main ke kampung, pasti ekonomi akan berkembang,” katanya, Senin (22/10) kemarin.

Ia menjelaskan, sebenarnya masyarakat Kampung Baru yang diapit oleh hotel dan resor mewah tersebut, dapat menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh siapa dan kapan saja.

”Saat ini memang ada jalan lebih layak, bila melalui Banyantree. Namun, pasti tidak semua wisatawan nyaman melalui jalan tersebut,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini di Kampung Baru masih menikmati listrik selama 5 jam sehari. Kemudian juga beberapa pembangunan masih berharap dari bantuan CSR hotel sekitar. Dermaga nelayan pun baru dibangun dengan menggunakan dana desa. Untuk bantuan pemerintah, belum banyak.

”Kalau jalan kampung kami layak, intinya semua juga akan pasti perlahan menjadi berkembang dan baik,” tambahnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here