Sekda Minta ASN Tidak Menambah Libur Lebaran

0
255
ASN Disperindag Ekraf dan PM sedang bediskusi dengan teman kerjanya. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Mulai Kamis (21/6) ini, ASN, Honorer dan PTT dilingkungan Pemko Tanjungpinang kembali masuk kerja. Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 ini Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota Tanjungpinang mendapat libur panjang terhitung mulai 11 Juni hingga 20 Juni mendatang. Dan, biar tidak dibilang bolos masuk kantor, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang diminta untuk masuk kantor tepat waktu. Pasalnya, Pemko Tanjungpinang akan menggelar apel gabungan, dan sekaligus halal bihalal di Kantor Walikota Tanjungpinang berada di Senggarang, Kamis (21/6).

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan tidak ada alasan lagi, ASN, Honorer dan PTT di lingkungan Pemko Tanjungpinang, menambah libur lebaran. ”Pemerintah sudah memberikan libur panjang, tak ada alasan lagi tidak dapat tiket pulang ke Tanjungpinang,” kata Riono, kemarin.

Kata dia, sebelum mudik ASN sudah menerima surat edaran dari pemerintah pusat. Isi edaran tersebut, salah satunya sanksi tegas bagi ASN yang menambah cuti lebaran.

”Jauh-jauh hari sudah kita ingatkan, sanksi tegas akan menanti bagi ASN tidak datang di hari pertama kerja setelah libur lebaran,” bebernya.

Sanksinya, sambung dia, bisa penundaan kenaikkan pangkat, pemotongan tunjangan hingga penurunan pangkat. Sementara itu, Kepala Badan Kepengawaian Daerah (BKD) Tanjungpinang, H Tengku Dahlan mengatakan, rencananya, Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza akan memimpin apel gabungan, yang akan berlangsung di Halaman Kantor Walikota Tanjungpinang nanti.

”Nanti, kita langsung absen. Jadi, yang mengisi absen itu ASN yang hadir dan mengikuti apel gabungan serta acara halal bihalal itu. Tidak hadir, tidak mengisi absennya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (19/6).

Tengku Dahlan mengatakan, absen yang dilakukan ASN langsung dipantau oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya masing-masing. Jadi, Kepala OPD tersebut langsung tahu pegawainya atau anak buahnya yang tidak masuk kantor tepat waktu.

Setelah itu, masing-masing Kepala OPD untuk mencari tahu, kenapa pegawainya tidak masuk kantor tepat waktu. Apa dikarenakan pegawainya atau anak buahnya sedang di rawat di rumah sakit, atau memang masih di kampung halamannya.

”Alasan seperti ini yang perlu didapat atau diterima dari masing-masing Kepala OPD tersebut,” terang Tengku.

Pasalnya, lanjut dia, Kepala OPD tersebut untuk memberikan laporan ke BKPSDM Kota Tanjungpinang terhadap ASN yang tidak masuk tepat waktu. Dalam laporan tersebut, Kepala OPD sudah langsung memberikan sanksi terhadap ASN tersebut.

”Dari laporan itu, baru kita bisa memberikan sanksi terhadap ASN tersebut. Apakah ASN ini mendapat sanksi ringan, sedang dan berat,” tegas dia.

Sanksi yang bakal diterima ASN, kata dia, bakal sampai ke pemotongan gaji hingga tunjangan. Pemotongan gaji dan sebagainya, tergantung dari jenis sanksi yang akan diterima ASN tersebut.

Untuk mengindari sanksi, ia sarankan kepada ASN tidak menambah cuti bersama yang diberikan oleh pemerintah. Pasalnya, libur cuti bersama yang diberikan oleh pemerintah terbilang dari pada cukup.

”Kenapa kita harus tambah-tambah libur. Sudah cukup lah tuh liburnya bersama keluarga. Saatnya lagi sebagai abdi negara memberikan pelayanan kepadamasyarakat,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here