Sekilas Tentang Biologi

0
387
Eka Dirga Saputra

Oleh: Eka Dirga Saputra
Mahasiswa ITB Asal Tanjungpinang

Bumi merupakan satu satunya planet yang dapat dihuni oleh manusia untuk saat ini. Bumi memiliki berbagai macam keanekaragaman hayati baik keanekaragaman di daratan maupun di lautan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat banyak dan beragam yang juga memiliki salah satu bioma yang merupakan salah satu terbesar di dunia yaitu Hutan Hujan Tropis.

Selain itu Indonesia juga memiliki bioma lain yaitu Savanna dan lain sebagainya. Di dalam bioma tersebut terdiri dari beragam ekosistem, komunitas, populasi hingga individu. Pengambilan informasi terkait habitat, komunitas maupun populasi secara kuantitatif sangat perlu untuk dilakukan. Hal ini disebabkan karena informasi tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena ekologi yang terjadi. Namun pengukuran itu tidak dapat dilakukan dengan mengukur keseluruhan habitat atau seluruh organisme pada suatu wilayah. Oleh karena itu cara yang paling efektif yaitu dilakukan dengan metode pencuplikan.

Pencuplikan merupakan suatu metode dengan mengukur sebagian kecil dari organisme untuk menentukan habitat secara keseluruhan. Metode pencuplikan terbagi menjadi 3 yaitu pencuplikan acak, pencuplikan sistematik dan pencuplikan semi acak. Pencuplikan acak merupakan pencuplikan yang memiliki anggapan bahwa setiap pengukuran pada populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih atau dicuplik.

Pencuplikan sistematik memiliki prinsip yaitu cuplikan disebar secara teratur,baik secara merata maupun berdasarkan arah tertentu. Pencuplikan semi acak memiliki ciri-ciri seperti contoh disebar seperti pada penyebaran sistematik kemudian setiap tempat yang telah dipilih dilakukan pengundian apakah diambil sampelnya atau tidak memakai uang logam.

Dalam pencuplikan biota terbagi menjadi dua yaitu vegetasi dan fauna. Vegetasi merupakan komunitas yang terdiri dari spesies-spesies tumbuhan dalam suatu wilayah yang terdistribusi secara spasial dan temporal. Metode yang digunakan untuk mengukur vegetasi sangat beragam seperti metode diapro dan metode kuarter. Pembuatan diagram profil merupakan salah satu metode yang menggambarkan stratifikasi pohon.

Strata merupakan pengelompokan tumbuhan berdasarkan ketinggian pohon dalam keadaan vertikal berdasrkan perbedaan ketinggian tajuk. Sedangkan metode kuarter merupakan salah satu metode analisis vegetasi yang tidak menggunakan plot, namun dilakukan dengan menyebarkan titik pengamatan secara acak yang dilakukan dalam kuadran dari titik pusat yang telah ditentukan. Vegetasi lain yang ditemukan contohnya vegetasi mangrove. Vegetasi ini secara khas menunjukkan adanya pola zonasi. Fauna yang diamati yaitu burung dan mamalia. Metode pengamatan burung dilakukan untuk melihat keanekaragaman dan gambaran kelimpahan relatif burung yang tercatat selama periode pengamatan.

Metode pengamatan burung dilakukan dengan metode point count yaitu pengamatan dilakukan secara langsung di titik pengamatan dengan radius 20 m dari pusat titik pengamatan dan metode pencatatannya digunakan metode Time Species Counts. Metode yang dilakukan untuk melihat keanekaragaman mamalia yang terbagi menjadi mamalia besar dan kecil. Untuk mamalia kecil digunakan metode removal method dengan life trap yang menggunakan umpan berupa selai kacang dan terasi. Sedangkan metode untuk mamalia besar digunakan metode point transect. Metode ini yaitu metode dimana pengamat diam dan mengamati luasan 20 ke arah horizontal secara imajiner dan tak terbatas pada jarak vertikal. Selain itu digunakan metode point count view untuk melihat waktu aktif spesies tersebut.

Fauna lain yang dicuplik yaitu serangga dan cacing tanah. Serangga dan cacing tanah merupakan salah satu hewan yang jumlahnya sangat banyak di muka bumi ini. Untuk melakukan pencuplikan serangga banyak cara yang dilakukan dan yang pernah saya pelajari dan lakukan yaitu dengan menggunakan metode pitfall trap, sticky trap, light trap, malaise trap, menggunakan jaring. Pitfall trap yaitu perangkap yang dibuat dari gelas minum yang diisi oleh air sabun kemudian disimpan di bawah tanah untuk menangkap serangga darat. Sticky trap yaitu perangkap yang dibuat dengan menggunakan impraboard yang diikat pada suatu benda dan diberi lem untuk menarik serangga yang terbang.

Light trap dibuat dari sebuah ember yang diisi air sabun dan diberi lampu untuk menangkap serangga yang aktif pada malam hari. Malaise trap digunakan untuk menangkap serangga terbang yang dibuat dengan cara meletakkan perangkap berupa jaring dan dibentuk sebuah pola dan diujung diletakkan botol atau ember berisi alkohol atau air sabun. Sedangkan pencuplikan cacing tanah dilakukan dengan menggali tanah kemudian mengambil langsung cacing tanah yang ada pada tanah tersebut. Pencuplikan kedua hewan tersebut dilakukan karena kedua hewan tersebut juga menjadi sebuah bioindikator sebuah lingkungan itu rusak atau tidak.

Hal ini disebabkan karena kedua hewan tersebut sangat sensitif dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan atau habitat yang mereka tempati. Selain biota darat juga dicuplik biota laut yaitu dilakukan pencuplikan plankton dan dilakukan pengambilan sampel air untuk melihat kandungan fiskim seperti nitrat, pH, TDS/TSS, dan sebagainya.

Selain metode-metode tersebut, masih banyak lagi metode yang pernah saya pelajari yang berkaitan dengan aplikasi di bidang biologi. Metode-metode tersebut saya pelajari tersebut membuat saya sadar bahwa bumi saat ini dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena jumlah makhluk hidup baik itu tumbuhan maupun hewan mengalami penurunan yang cukup drastis dari tahun ke tahun.

Selain itu suhu bumi juga semakin mengalami peningkatan yang berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia. Bukan tidak mungkin apabila bumi tidak terus dijaga dan diperhatikan akan membuat kelangsungan manusia menjadi terancam dan bahkan akan mengalami kepunahan sebelum waktunya.

Oleh karena itu untuk mencegah hal tersebut terjadi mari kita jaga dan kita lestarikan lingkungan kita yang dimulai dari hal yang kecil yaitu tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, tidak menebang hutan sembarangan, tidak membuang limbah berbahaya ke perairan dan lingkungan sekitar, tidak melakukan perburuan liar, dan lain sebagainya. Dengan langkah kecil tersebut maka apabila dilakukan terus menerus dan oleh semua orang maka akan terhindar dari bencana kepunahan massal tersebut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here