Sekolah di Pesantren Makin Tren di Kepri

0
309
PLT Gubernur Kepri H Isdianto foto bersama dengan pengurus yayasan dan siswa usai pembukaan Rapat Kerja Wilayah V Hidayatullah Kepulauan Riau, di Aula Hidayatullah, Kampus Batuaji, Batam, akhir pekan lalu. f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Saat ini, orangtua maupun siswa sudah semakin banyak pilihan untuk sekolah. Bahkan, belajar sambil tinggal di pondok pesantren kini semakin tren di Provinsi Kepri.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto mengatakan, bahwa pemilihan pendidikan di pesantren kini telah menjadi tren yang positif.

Terutama di kalangan pelajar dan masyarakat umum, pesantren telah menjelma menjadi pusat peradaban dan pusat pendidikan terbaik.

Dari pesantren, Isdianto berharap terus lahir generasi yang menguasai iptek dan memiliki iman dan taqwa (Imtaq). Dari pesantren juga dibangun benteng dan pondasi yang menguatkan terhadap serangan radikalisme, terorisme.

”Termasuk serangan narkoba yang mengintai kita semua kalangan dan lintas generasi. Di sini pondasi agama menjadi benteng yang harus dibangun sedini mungkin agar tidak mudah goyah,” kata Isdianto saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah V Hidayatullah Kepulauan Riau, di Aula Hidayatullah, Kampus Batuaji, Batam, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Jumat, Pengumuman Kelulusan SMP

Isdianto menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan terus memberi dukungan terhadap pengembangan dunia pendidikan dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.

Generasi Provinsi Kepri perlu dibekali pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perkembangan dunia, terutama dari kecepatan teknologi informasi. Pondok pesantren menjadi salah satu tempat membangun benteng dan pondasi itu.

”Pemerintah telah membuktikan keseriusan untuk bersama-sama masyarakat menjadikan Kepri provinsi yang berakhlak mulia. Pada kepemimpinan almarhum H Muhammad Sani sudah banyak beliau lakukan di bidang ini. Saya akan melanjutkan perjuangan beliau. Untuk itu mohon dukungan dari kita semua,” kata Isdianto.

Isdianto berharap Rakerwil ini menghasilkan program kerja dan terus menyebarkan dakwah dan nilai-nilai islam.

Karena, kata adik almarhum H Muhammad Sani ini, dalam perjalanannya, pemerintah sangat serius dalam pengembangan pendidikan, termasuk pendidikan islami.

Tampak hadir pada kesempatan itu Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah H Asih Subagyo, Penasehat DPW Hidayatullah Kepri H Jamaluddin Nur, Ketua DPW Kepri Khairul Amin. Hadir juga Asisten Ekbang H Syamsul Bahrum, Tenaga Ahli Gubernur H Saidul Khudri, Karo Kesra H Aiyub, Karo Hukum Heri Mokhrizal.Yayasan Hidayatullah Batam di Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, sudah memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam yang diresmikan tahun 2017 lalu.

Baca Juga :  Hari ini, Gedung SMPN 16 Tanjungpinang Diresmikan

Perguruan tinggi kelima dari pendidikan tinggi yang dimiliki ormas Hidayatullah se-Indonesia itu akan melengkapi lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, yang jenjangnya mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

STIT tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah Nashirul Haq bersama jajaran petinggi Yayasan, dipimpin oleh Jamaludin Nur di gedung Yayasan, Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji.

Sebagai kampus baru, Ketua Yayasan Jamaludin mengatakan, tahun ajaran baru nanti, STIT tersebut membuka dua program studi yakni Strata I (S-1) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Baca Juga :  US SD Bukan Penentu Kelulusan

Satu prodi masing-masing dua lokal yang dibuka. Satu untuk pria, satu untuk wanita. Jadi terpisah.

Prodi MPI bertujuan untuk membentuk sarjana pendidikan Islam yang berwenang sebagai pengelola administrasi sekolah dan ahli dalam manajemen lembaga pendidikan Islam, serta mampu sebagai tenaga pendidik agama di MI/SD, MTs/SLTP, dan MA/SLTA.

Sementara PGMI untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, dan berkarakter Islami, serta menghasilkan karya-karya ilmiah sebagai landasan memecahkan masalah pendidikan di MI/SD, MTs/SLTP, dan MA/SLTA.

Tujuan umumnya untuk menghasilkan sarjana Muslim yang kokoh akidah dan berakhlak mulia. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here