Sekolah di Tanjungpinang Barat Harus Berbenah

0
133
Ade Angga dan Simon Awantoko saat berkunjung ke SDN 003 Tepilaut Tanjungpinang, belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekolah swasta dan negeri di Kecamatan Tanjungpinang Barat harus berbenah membuat keunggulan masing-masing jika tidak ingin kekurangan siswa ke depan.

Pergeseran penduduk yang banyak pindah ke Kecamatan Tanjungpinang Timur membuat beberapa sekolah di Tanjungpinang Barat minim siswanya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga SiP, MM mengatakan, dari kunjungannya ke sekolah-sekolah negeri di Tanjungpinang Barat, diketahui siswa yang mendaftar makin minim setiap tahun.

Memang, kata Ade Angga, jumlah penduduk di Tanjungpinang Barat berkurang. Sedangkan jumlah penduduk di Tanjungpinang Timur terus bertambah. Hal inilah yang membuat sekolah-sekolah di Tanjungpinang Barat minim.

”Dari kursi saja (Kursi DPRD Kota Tanjungpinang, red) sudah kurang 1. Kalau sebelumnya 11 kursi dari Dapil itu. Sekarang hanya 10 dan dikurangi 1 kursi. Dapil Tanjungpinang Timur dari sebelumnya 11 menjadi 12 kursi,” jelas Ade Angga kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (22/2).

Di Tanjungpinang Barat, jelas Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang ini, penduduknya berkurang dan kebanyakan pasangan yang tidak muda lagi.

Bahkan, banyak anak-anak orangtua di sana yang menikah lalu tinggal di Tanjungpinang Timur. Perantau yang datang ke Tanjungpinang pun misalnya, banyak juga yang tinggal di Tanjungpinang Timur.

Karena itulah, jumlah anak-anak di Tanjungpinang Barat makin minim dan sekolah pun kekurangan siswa.

Ia berharap, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang melakukan kajian yang mendalam tentang jumlah sekolah di sana termasuk keluarga muda. Dengan demikian, akan diketahui nasib sekolah-sekolah di Tanjungpinang Barat ke depan.

Agar sekolah-sekolah di Tanjungpinang Barat tetap menarik bagi orangtua, maka mereka harus berbenah. Harus ada kelebihan sekolah itu. Misalnya, lulus SD mahir Bahasa Inggris atau mahir mengoperasikan komputer.

Kelebihan-kelebihan sekolah seperti ini akan membuat orangtua tertarik menyekolahkan anaknya di sana.

Kemudian, dengan hasil kajian itu akan diketahui berapa diperlukan bus sekolah dari Tanjungpinang Timur ke Tanjungpinang Barat. ”Kalau ada keunggulan sekolah itu, nanti banyak juga siswa dari Tanjungpinang Timur ke sana karena kualitasnya tadi. Karena keunggulannya tadi. Untuk memudahkan siswa, maka perlu disiapkan bus sekolah,” ungkapnya lagi.

Dijelaskannya, di Kecamatan Tanjungpinang Kota, ada juga sejumlah sekolah yang mulai minim siswanya. Namun, daerah ini masih ada pengembangannya ke depan yakni daerah Kampung Bugis, Madong hingga Senggarang.

Tanjungpinang Timur, katanya, kemungkinan 5-10 tahun lagi akan jenuh. Artinya, lahan kosong yang hendak dibangun perumahan atau pertokoan sudah habis.

Maka pengembangan kota ke depan adalah ke arah Senggarang, Madong dan Kampung Bugis.

Sekarang, penduduk menumpuk di Tanjungpinang Timur karena pembangunan perumahan kebanyakan di sana. Daerah inilah yang dulunya banyak lahan kosong dan kini sudah padat.

Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB) di Tanjungpinang Timur juga masih kurang baik untuk SD dan SMP negeri.

Karena itulah, gejolak kekurangan sekolah itu terjadi beberapa tahun belakangan ini di Tanjungpinang Timur. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here