Sekolah Jangan Tolak Siswa Berprestasi

0
1286
PENGUMUMAN KELULUSAN: Guru SMPN 1 Tanjungpinang memeriksa tas peserta didiknya sebelum pengumuman kelulusan siswa beberapa waktu lalu.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Proses penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) sedang berlangsung. Ada dua jalur yaitu umum dan prestasi beserta bina lingkungan yang merupakan kalangan keluarga tak mampu. Untuk jalur umum, dimulai, Senin (3/7) sampai dengan Sabtu (8/7). Sedangkan untuk jalur prestasi dan bina lingkungan hanya tiga hari, dimulai, Senin-Rabu (3-5/7) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menegaskan agar pihak sekolah memahami perbedaan dua jalur tersebut. Khususnya untuk jalur prestasi, siswa berprestasi dibebas memilih sekolah. Ini artinya, tidak lagi melihat zonasi atau rayon tempat tinggal.

”Berbeda dengan jalur umum dan bina lingkungan, harus melihat rayon atau zonasi calon siswa,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (3/7). Ia mengakui menerima aduan terkait sekolah yang menolak berkas pendaftaran siswa berprestasi karena alasan tidak sesuai rayon atau domisili.

Baca Juga :  Biologi dan Sosiologi Jadi Favorit

”Saya sudah tegaskan, sekolah jangan ada yang menolak siswa berprestasi. Ini sebagai bentuk perhatian Pemko atas prestasi yang dimiliki,” ungkapnya. Dituturkannya, bahkan sekolah terkait meminta calon siswa berpretasi melengkapi surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Padahal, ini tidak diperlukan.

Dadang mengingatkan agar pihak sekolah memahami hal ini. Jangan sampai siswa berprestasi ditolak dengan alasan-alasan yang dibuat sendiri. ”Tidak ada lagi rekomendasi dari dinas pendidikan, sekolah wajib terima berkasnya. Setelah itu, baru ditetapkan diterima atau tidaknya sesuai dengan kuota setiap sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, terkait kuota siswa dalam satu kelas, tahun ini dipastikan mengikuti Permendikbud nomor 17 tahun 2017 terkait PDB. Yaitu untuk siswa SD maksimal berjumlah 28 orang dan SMP 32 siswa. ”Kita sudah ikuti Permendikbud ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nadiem Makarim Belum Tahu Anggaran Pengganti UN

Kepala Sekolah SMPN 10 Tanjungpinang, Endang Susilowati menuturkan, di hari pertama pendaftaran, sudah ada sekitar 160 formulir yang diambil calon peserta. Tahun ini, pihaknya menerima 6 Rombongan belajar (Rombel) dengan sjumlah 28 siswa per kelas. Ini artinya daya tampung siswa baru sekolah tersebut sekitar 168 siswa.

”Instruksi dalam rapat kemarin ditetapkan 28 siswa per kelas untuk SMPN 10 Tanjungpinang,” ungkapnya. Tapi jika lebih dari itu juga boleh, tetapi tidak boleh lebih dari 32 siswa sesuai Permendikbud. Sedangkan untuk uang seragam ditetapkan Rp 1.120.000 untuk lima pasang pakaian. Yaitu baju OSIS lengkap dengan lambang, baju kurung, olahraga, batik dan Prramuka.

Baca Juga :  PGRI Kepri Lakukan Sosialisasi Konkernas

”Ini bisa dicicil kok, bahkan jika orangtua mau beli persatuan baju juga boleh,” ungkapnya. Harga ini dinilai lebih murah dari harga pasaran pada umumnya. Sebab kini, ongkos atau upah menjahit satui pakaian bisa Rp 150 ribu per satu stel. Belum lagi bahannya sekitar Rp 30 ribu per meter. ”Jika empat meter per satu anak saja sudah berapa harganya. Jadi memang lebih murah,” tuturnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here