Sekolah Muhammadiyah Bisa Unggul

0
734
TINJAU: Dari kiri, Fengky Fensito, Broto Sumpen, Maskur Tilawahyu dan Agus Djurianto saat meninjau Sekolah Muhammadiyah Tanjungpinang. f-DESI LIZA PURBA/tanjungpinang pos

Dewan Sebut Ibarat Batang Terendam

Tanjungpinang – SEKOLAH Muhammadiyah diyakini bisa unggul. Apalagi memiliki ciri khas sendiri dengan adanya tambahan tiga mata pelajaran di antaranya Alquran, Bahasa Arab dan mengenai ke Muhammadiyah.

Meski demikian, jumlah siswa di sekolah tersebut tidak begitu banyak. Secara keseluruhan sekitar 212 siswa yang terdiri dari 137 orang siswa SD dan 75 orang siswa SMP.

Di sekolah ini tersedia 18 ruang belajar, namun kini yang digunakan hanya 9 lokal. Sedangkan 9 lokal lainnya, direncanakan untuk penerimaan siswa baru mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala SD Muhammadiyah Tanjungpinang, Broto Sumpen didampingi Kepala SMP, Tri Jumati saat menerima kunjungan dari Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, Rabu (1/3) di Sekolah Muhammadiyah Jalan Batu 8 Atas Tanjungpinang.

Kunjungan didampingi Agus Djurianto, Hendy Amerta, Fengky Fensito dan Rika Adrian turut hadir Kasi SMP Disidik Tanjungpinang Vivi dan lainnya.

Terkait hal ini, Komisi I DPRD Tanjungpinang merasa perlu mencari tahu apa penyebab jumlah siswa tidak begitu banyak. Padahal, lokasi sekolah ini strategis karena berada di kawasan Tanjungpinang Timur yang notabane masih kekurangan sekolah.

Bahkan, pihaknya merasa terkejut, karena secara sarana dan prasarana sangat memadai. Terkait tenaga pendidik cukup, sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang diajarkan.

”Saya melihat sekolah Muhammadiyah ini bagus. Hanya kini kayak batang terendam, tinggal bagaimana cara menaikkan agar diminati,” ungkapnya dalam kunjungan.

Broto Sumpen menuturkan, paradigma ditengah masyarakat terkait sekolah Muhammadiyah banyak yang keliru atau tidak paham. Padahal berdirinya sekolah ini, sebagai bentuk upaya membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak-anak.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian anggota DPRD, melalui Komisi I. Berharap, kedepan sama-sama menemukan cara untuk menambah siswa.

”Pemahaman inilah yang juga ingin kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa kita oragnisasi pendidikan bukan aliran dalam upaya memberikan ilmu kepada anak-anak,” tuturnya.

Fengky Fensito mengaku merupakan lulusan Pasca Sarjana (S2) jurusan Hukum dari Universitas Muhammadiyah di Jakarta. Menurutnya tidak ada yang slaah, malah bangga dapat belajar disana karena kampusnya bagus.

Tenaga pengajarnya merupakan profesor serta ditunjang dengan fasilitas memadai.

”Maaf yah, meski saya beragama Buddha, namun saya menyelesaikan pendidikan S2 dari Muhammdiyah. Dalam mindset saya, Muhammadiyah bagus dan saya rasa tidak ada yang salah,” ungkapnya.

Ia menilai, masyarakat tidak melihat itu, yang terpenting bagaimana sekolah ini kedepan bisa menonjolkan sesuatu yang lain. Apakah dibidang agama, teknologi maupun tenaga pengajarnya.

Jika ini sudah dilengkapi, ia meyakini sekolah ini akan top, seperti sekolah Muhammadiyah lainnya di luar sana.

Bila perlu ia menyarankan melakukan kerja sama dengan sekolah Muhammadiyah Malaysia dan Singapura. Terkait hal ini perlu komunikasi, namun ia akan berupaya membantu bila diinginkan.

”Perlu menonjolkan keunggulan saja maka sekolah ini bisa top,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dengan Hendy Amerta yang merasa prihatin dengan sekolah swasta yang siswanya tak banyak. Padahal harusnya juga perlu diperhatikan Pemda.

”Komisi I memiliki niat untuk mengunjungi beberapa sekolah swasta yang hampir redup dalam upaya untuk membantu dan mencarikan solusi bersama,” katanya.(Desi Liza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here