Sekolah Swasta Aktif di PPDB

0
149
Keterbatasan ruang kelas belajar (RKB) di Batam untuk siswa SD dan SMP, diminta disikapi pengelola sekolah swasta di Batam. Pihak swasta diminta untuk aktif merekrut siswa. Sementara sekolah negeri dan orang tua siswa diminta untuk mengikuti sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), dengan sistem zonasi yang diterapkan di Batam.

BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsaka Achmad mengatakan, keterlibatan sekolah swasta secara aktif, penting dalam mengatasi persoalan terbatasnya daya tampung di sekolah negeri.

”Kita harapkan swasta proaktif. Kita buka ruang partisipasi swasta,” ungkap Amsakar, kemarin.

Dorongan itu diakui, karena sekolah negeri, tidak bisa menampung semua calon siswa tahun ajaran 2019 nanti. Namun jika tetap tidak tertampung, maka kemungkinan Batam akan menerapkan sistem dua sift belajar untuk sekolah negeri.

”Kami buka ruang partisipasi swasta, sehingga ketertarikan calon siswa meningkat masuk swasta,” harap Amsakar.

Sementara untuk peluang sekolah negeri membuka dua sift, diakui terbuka dilakukan, jika sekolah swasta tidak menampung calon siswa. ”Intinya calon siswa di Batam, memiliki sekolah tempat belajar,” sambungnya.

Terkait dengan sekolah swasta ini, Amsakar juga mengungkapkan permintaan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Batam. Setiap tahun, sekolah swasta dinilai banyak yang kekurangan siswa. Sehingga ada pemerataan siswa di sekolah negeri maupun sekolah swasta dapat terlaksana pada tahun 2019 ini.

”Sekolah swasta siap membantu pemerintah dan sekolah negeri. Sekolah yang tidak mampu menampung calon murid dapat berkoordinasi dengan sekolah swasta yang terdekat dengan sekolah negeri yang bersangkutan. Dan sekolah swasta di Batam memiliki kualitas yang tidak kalah dengan sekolah swasta. ,” himbau Sekretaris BMPS Batam, Heri Supriyadi.

Batam sendiri sudah menerapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru. Tahun 2018 lalu, Batam menerapkan sistem zonasi per kelurahan. Sosialisasi kebijakan akan dilakukan dengan pihak terkait terutama pihak sekolah.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan, setiap calon siswa memilih dua sekolah, untuk zonasi. Dengan sistem zonasi, siswa yang berdomisili di sekitar sekolah wajib diterima di sekolah tersebut. Sistem ini dipakai dengan tujuan agar tidak ada siswa yang bersekolah jauh dari rumah.

”Zonasinya per kelurahan. Dengan sistem ini, meskipun di kecamatan hanya ada satu sekolah negeri, warganya bisa tetap sekolah di kecamatan terdekat.

Misal di Lubukbaja, cuma ada satu SMP negeri, yang rumahnya di ujung-ujung, bisa sekolah di Batuampar,” ujar Hendri.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here