Sekolah Tak Mampu Tampung Siswa

0
652
Siswa baru: Suasana hari pertama siswa baru saat menjalani proses pengenalan sekolah, tahun lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

YTH DPRD Tanjungpinang, pemrintah akan menerapkan satu kelas berjumlah 32 siswa maksimal. Dan saya baru tahu. Apakah seluruh skeolah akan mempau menampung siswa? Bagaimana ini? apkah bgni terus. slalu kurang ruang blajar.
+6282388125533

Tanggapan :
ASS.. Terimakasih atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan. Kondisi pendidikan sekarang masih memerlukan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) atau Bahkan Unit sekolah Baru (USB).

Informasi dari Dinas Pendidikan, sekarang masih memerlukan tambahan 129 RKB. Ini terdiri dari 110 RKB untuk tingkat SD dan 19 untuk tingkat SMP. Inilah yang menyebabkan tingkat SD menerapkan double shift atau sekolah dua shift baik masuk pagi dan masuk siang. hal tersebut harus dilakukan agar semua anak bisa sekolah. Idealnya seluruh siswa masuk pagi. Namun, karena keterbatasan ruangan belajar, maka masuk pagi dan masuk siang harus diterapkan.

Baca Juga :  Kemasan Obat Tak Ada Bahasa Indonesianya

Sedangkan untuk tingkat SMP mayoritas seluruh siswa masuk pagi. Hanya saja jumlah siswa per kelas melebihi kuota yang ditetapkan. Idealnya dalam satu ruangan diisi sekitar 32-36 siswa, realitanya masih ditemukan satu kelas diisi lebih dari 40 siswa.Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemko Tanjungpinang untuk segera memenuhinya. Mungkin tidak bisa dalam setahun anggaran, namun harus terus memikirkan ini.

Meski diakuinya, di 2017 ini Pemko Tanjungpinang ada menambah RKB serta melakukan pembenahan pembangunan di beberapa sekolah tingkat SD dan SMP. Ini tentu belum menyelesaikan kekurangan kelas secara menyeluruh. Hanya saja sudah mengurangi dan akan terus dilakukan pembangunan.

Baca Juga :  Jalan Sudah Bagus Semua

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, penambahan RKB tahun ini ada. Hanya saja belum bisa memenuhi kekurangan kelas secara menyeluruh. Di 2017 ini, alokasi belanja di bidang pendidikan sekitar 21,4 persen. Ini termasuk belanja pegawai pada alokasi belanja tidak langsung sebesar Rp197.831.252.444 dan belanja langsung sebesar Rp 42.852.338.847.

Hal ini telah sesuai dengan amanat peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan bahwa pemerintah daerah secara konsisten dan berkesinambungan harus mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sekurang kurangnya 20% dari belanja daerah.***

Baca Juga :  Minta Sambungan PDAM

Maskur Tilawahyu
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here