Sekolah Tambah Daya Listrik

0
546
KEPALA SMAN 2 Tanjungpinang Encik Abdul Hajar (kiri) memberi arahan kepada siswanya saat simulasi ujian pakai komputer.f-martunas/tanjungpinang pos

SMAN2 Tanjungpinang Siapkan Ratusan Komputer untuk UNBK

Menjelang Ujian Nasional, sejumlah sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) harus menyediakan perangkat komputer, jaringan dan daya listrik yang mencukupi. Seperti yang dilakukan SMAN 2 Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – KEPALA SMAN 2 Kota Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar mengatakan, tahun 2018 ini mereka juga menggelar UNBK seperti tahun sebelumnya. Kali ini, jumlah komputer yang mereka siapkan sebanyak 130 unit.

Adapun jumlah siswanya yang akan mengikuti UNBK April mendatang sebanyak 381 orang dengan 11 rombongan belajar (rombel). Karena jumlah komputer tak mencukupi apabila ujian dilakukan satu gelombang, maka mereka membagi jadwal ujian menjadi tiga gelombang sehari.

”Kami siapkan 130 unit komputer sudah termasuk cadangan. Kita pergunakan semua komputer yang ada. Yang kita perlukan saat ini adalah tambahan daya. Alhamdulillah sudah diurus dan PLN akan segera menambah daya ke sekolah itu,” ujar Encik Abdul Hajar kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Senin (12/3) kemarin sore.

Baca Juga :  Zona Kuning, Sekolah Siap Belajar Tatap Muka

Encik menjelaskan, satu ruangan akan diisi 127 siswa. Sisa tiga unit komputer yang tidak dipakai. Inilah sebagai cadangan apabila ada komputer yang bermasalah saat siswa sedang ujian.

Ditambahkannya, Senin (12/3) kemarin, pihaknya sedang melakukan simulasi persiapan UNBK di sekolah itu yang diikuti seluruh siswa-siswi Kelas XII atau Kelas III. Ini merupakan simulasi yang ketiga dilakukan pihak sekolah itu.

Ditanya bagaimana hasil UN siswa sejak simulasi pertama dan kedua, Encik Abdul Hajar mengatakan, simulasi yang mereka lakukan bukan sekedar ingin mengetahui sejauh mana kemampuan siswa menguasai mata pelajaran yang di-UN-kan. Namun bagaimana siswa siap menghadapi ujian itu sendiri serta komputer dan jaringan yang ada diketahui kondisinya apakah semua sudah bagus atau masih ada yang rusak atau perlu diperbaiki.

Baca Juga :  SMPN 5 dan SMPN 6 Terima Alat Drumben

”Kita ingin ujian komputer dan jaringannya. Siswa pun agar terbiasa menggunakan komputer. Sehingga saat ujian nanti, mereka tidak gugup lagi,” bebernya lagi.

Saat ini, ujar pria yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Tanjungpinang itu, siswa lebih santai menghadapi Ujian Nasional (UN) karena mereka tahu, ujian nasional bukan lagi penentu kelulusan seperti dua tahun silam. Meski demikian, siswa tetap serius dan terus belajar keras agar Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) mereka tinggi. Sebab, nilai ini tetap penentu bagi mereka yang ingin kuliah atau mencari kerja. Kemudian, syarat nilai di SKHUN nanti adalah minimal 55.

Baca Juga :  Dewan akan Pertanyakan Alasan Disdik

Sekedar diketahui, SKHUN adalah pengganti Nilai Ebtanas Murni (NEM). Sedangkan ijazah tetap ada. Nilai di Ijazah adalah hasil Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBN) yang akan digelar pekan depan.

Encik mengatakan, tahun ini ada 13 SMA negeri/swasta dan MA negeri maupun MA swasta di Kota Tanjungpinang yang akan mengikuti UNBK bulan depan.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here