Sektor Wisata Terhambat Bandara Internasional

0
635
GERBANG: Pintu gerbang Bandara Ranai yang kini telah resmi beroperasi setelah diresmikan Sabtu (13/5). F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – PENGEMBANGAN pada sektor pariwisata Kabupaten Natuna terhambat oleh dua hal. Dua hal tersebut, Natuna belum memiliki Pelabuhan Entrypoint dan Bandara Internasional.

Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, semestinya pengembangan pariwisata Natuna bisa lebih mudah dilakukan bila dibandingkan dengan pengembangan pariwisata di daerah lain.

Menurutnya, gerakan wisata Natuna sangat diuntungkan oleh faktor alam dan geografis yang dimiliki. Selain keindahan alam yang dimiliki, Natuna juga memiliki beberapa faktor lain yang semestinya bisa mempermudah gerakan pembangunan pariwisata.

Faktor-faktor itu antara lain adalah, Natuna sebagai wilayah yang berada di perbatasan. Dimana Natuna berbatasan langsung dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, Taiwan, Cina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Wilayah Otoritas Hongkong dan Macau.

Selain itu, perairan dan udara Natuna merupakan jalur internasional yang ramai dilalui oleh armada dan maskapai dunia. ”Seharusnya wisata Natuna lebih mudah membangunnya dari wisata Bali dan Lombok, karena kita berada di posisi yang sangat ramai,” kata Bupati Hamid, kemarin.

Akan tetapi menurut dia, keberadaan Pelabuhan Entrypoint dan Bandara Internasional sangat diperlukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Tanpa dua hal itu, membuat pengunjung akan merasa sulit untuk mengakses jika ingin berkunjung wilayah Natuna.

”Kalau kita sudah punya bandara internasional dan pelabuhan entrypoint. Saya yakin pasti ada di antara mereka yang lalu-lalang, melalui laut dan udara Natuna dan berkenan singgah di Natuna. Saya rasa itu letak masalahnya pada upaya kita mengembangan wisata,” terang Hamid.

Mengenai kedua hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna telah mengkoordinasikannya dengan pemerintah pusat agar bisa diwujudkan.

”Pelabuhan entrypoint sudah disepakati, dan akan segera dibangun di dua titik yakni di Pulau Tiga dan Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur. Tapi Bandara Internasional belum kita ajukan. Sedianya akan saya ajukan tahun ini ke pusat. Akan tetapi karena ada kabar defisit, rencana itu saya urungkan,” jelasnya mengakhiri.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here