Selain SMAN 7, Sekolah Swasta Juga Sepi

0
1319
Tinjau sekolah: Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga meninjau ruangan SMA Muhammadiyah Tanjungpinang yang terletak di Batu 3, Tanjungpinang, belum lama ini. f-MARTUNAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sistem zonasi atau kawasan tempat tinggal yang sudah direalisasikan pemerintah dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) belum sepenuhnya di rasakan beberapa sekolah tingkat SMA sederajat di kawasan Tanjungpinang Timur. Di antaranya SMAN 7, SMA Muhammadiyah Tanjungpinang yang kini berada di kawasan Batu 8 Atas, dari sebelumnya berada di Batu 3 Tanjungpinang. Begitu juga dengan SMK Raja Haji Fisabilillah.

Harus diakui, untuk SMAN7 Tanjungpinang disebabkan kurangnya sosialisasi. Sedangkan untuk dua sekolah lainnya karena siswa masih memilih untuk menimba ilmu di sekolah tertentu alias favorit. Sekolah swasta juga masuk dalam kategori sepi peminat. Pantauan awak media Tanjungpinang Pos, untuk SMK Raja Haji, siswa yang mendaftar baru berjumlah empat calon siswa. Untuk SMA Muhammdiyah masih jauh dari kuota yang disiapkan. Artinya masih kekurangan calon siswa. Hal tersebut dibenarkan Pimpinan Muhammadiyah Kota Tanjungpinang, Broto Supeno yang mengaku terpaksa memberikan kelonggaran terkait batas pendaftaran tanggal 15 Juli mendatang.

”Kalau dilihat dari kuota, sepertinya lewat tanggal 15 Juli nanti kita masih menerima siswa, baik untuk SD, SMP maupun SMA,” ujarnya memberikan tanggapan. Dituturkannya, dari dua Rombongan belajar (Rombel) untuk tingkat SD yang diisiapkan baru ada sekitar 38 siswa mendaftar. begitu juga untuk jenjang SMP, menyiapkan dua Rombel baru sekitar 28 siswa yang mendaftar.

”Itupun siswa yang mendaftar belum tentu pasti memilih sekolah ini, hanya sudah emndaftar,” tuturnya. Dilanjutkannya, untuk jenjang SMA yang sudah mendaftar baru sekitar 15 calon siswa untuk 2 jurusan yang disiapkan yaitu IPA dan IPS. Ia berharap, masyarakat juga mau menyekolahkan anaknya ke skeolah swasta. Terkait iuran sekolah dinilai kurang lebih hampir sama dnegan SMA negeri lainnya. Terkait kualitas dalam proses belajar-mengajar dinilai sama saja dengan negeri. SMA Muhammadiyah juga menyiapkan tenaga pengajar yang berkualitas.

”Tidak semua sekolah swasta tak memiliki kualitas. Begitu juga sebaliknya. Yang perlu adalah komunikasi antarsiswa dan guru itu bisa terjalin maka dimana saja bersekolah akan menghasilkan yang baik pula,” bebernya.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here