Selamatkan Perairan Kepri dari Limbah Berbahaya

0
1319
Rafi Hidayat

Oleh: Rafi Hidayat
Mahasiswa FISP, UMRAH

Indonesia adalah negara kepulauan yang di kelilingi dari berbagai pulau yang ada. Dengan wilayah laut yang luas dari pada daratan membuat Indonesia dikenal dengan negara kepulauan berbasis maritim yang kaya akan sumber daya alam di laut. Khususnya di Kepulauan Riau. Kini daerah yang perairan Kepulauan Riau sedang gencar-gencarnya daerah pariwisata berbasis lingkungan.

Namun, hal ini menjadi sorotan akibat tercemarnya kondisi perairan akibat tumpahan minyak yang menyebabkan kondisi laut menjadi rusak. Setiap tahunnya, selalu ada mjusibah tahunan berupa pencemaran laut oleh minyak hitam seperti sludge oil. Ini tdiak hanya terjadi di satu tempat. Musibah ini selalu terjadi di daerah Bintan dan Batam. pantau Lagoi dan Trikora, Bintan selalu menjadi daerah yang setiap tahun harus dibersihkan dari limbah minyak hitam. Sementara untuk di Batam, minyak hitam selalu mencamar pantai Nongsa.

Hingga saat ini, perairan Kepri masih belum aman dari ancaman pencemaran limbah minyak hitam (sludge oil). Kondisi ini menjadi fenomena yang tidak hanya terjadi sekali namun berulang kali khususnya.

Tumpahan minyak merupakan salah satu jenis pencemaran yang pengaruhnya cukup besar dalam jangka panjang. Pencemaran ini menyebabkan kerusakan sumber alam hayati dan kerusakan ekosistem bawah laut. Ini mengakibatkan nelayan akan kesulitan dalam mata pencaharianya. Undang-undang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup yang di tuangkan pada undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 69 ayat 1 huruf a : setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

Faktanya hal tersebut terjadi diperairan kabupaten bintan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap persoalan ini sehingga berdampak bagi lingkungan. Meski sudah ada ancaman hukuman untuk pelaku pengrusak lingkungan itu, namun sampai saat ini belum ada yang pernah tertangkap dan musibah tahunan itu terus terjadi di setiap penghujung tahun.

Upaya pencegahan maupun penanggulangan pencemaran air laut telah di atur oleh pemerintah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Dan/Atau Perusakan Laut. Cara untuk mencegah pencemaran air laut di antaranya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut, melakukan pembersihan laut secara berkala dengan melibatkan peran serta masyarakat. Selain itu perlu ketegasan dalam penegakan hukum serta pembenahan kebijakan pemerintah.

Pemerintah seharusnya lebih memperkuat pengawasan dan tindakan yang tegas terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, memperkuat dan membangun kekuatan pertahanan maritim dan dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan akan lingkungan harus segera di tanggulangi secepatnya apabila di biarkan akan berdampak buruk terhadap masa yang akan datang.

Pentingnya hal ini digalakkan di masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan laut yang telah memenuhi kebutuhan hidup kita dengan sumber daya alam yang ada. Menyadari kembali bahwa kita adalah daerah kepulauan yang manusia sendiri adalah bagian dari alam. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama menjaga jaga keindahan alam dan jangan sampai merusaknya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here