Selasa, Wagub Dilantik di Jakarta

0
383
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama H Nurdin Basirun, Jumaga Nadeak, Isdianto dan pejabat Kementerian di ruang kerjanya di Jakarta, Kamis (22/3). f-istimewa/humas pemprov kepri

Polemik Wakil Gubernur Kepri sudah berakhir. Wakil Gubernur Kepri Isdianto akan dilantik, Selasa, 27 Maret, pekan depan di Istana Negara di Jakarta. Isdianto akan dilantik langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

JAKARTA – PELANTIKAN Isdianto setelah Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021. Dengan keluarnya Keppres tersebut, Presiden akan segera melantik Isdianto di Istana Presiden minggu depan.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kepri usai menghadiri pertemuan dengan Gubernur dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) di Kantor Kemendagri di Jakarta, Kamis (22/3). ”Hasil pertemuan dengan Mendagri, Dirjen Otda, Gubernur dan saya sebagai Ketua DPRD, disampaikan bahwa Keppresnya sudah ditandatangani Presiden. Dengan demikian, Kepri sudah memiliki Wagub definitif,” ujar Jumaga Nadeak, kemarin.

Untuk waktu pelantikan, Jumaga menjelaskan bahwa pihak Istana menjadwalkan pada tanggal 27 Maret 2018 mendatang. ”Tadi diberitahukan bahwa hari Selasa tanggal 27 (Maret) di Istana,” jelas Jumaga.

Dengan telah keluarnya Keppres ini, DPRD mengucapkan terimakasih atas responsifnya Presiden dan Kemendagri mempercepat proses pelantikan ini. Sedangkan kepada Isdianto, Jumaga meminta untuk dapat segera bersinergi sesegara mungkin. ”Kami berharap, Gubernur dan Wagub dapat segera berkoordinasi dan saling mengisi sehingga pembangunan di Kepri ini dapat meningkat,” tegas Jumaga.

Di tempat terpisah, Isdianto bersukur usaha yang sudah dilakukan semua pihak akhirnya dapat terwujud. ”Alhamdulillah, sujud sukur karena seluruh usaha yang sudah kita lakukan diridhoi Allah,” kata Isdianto.

Ia juga berjanji untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur agar akselerasi tugas dan wewenang menjalankan pemerintahan dapat cepat. ”Saya siap mengemban tugas dan membantu tugas-tugas yang diberikan Gubernur kepada saya,” tutup Isdianto.

Maksimalkan Waktu Tersisa
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyampaikan bahwa Mendagri Tjahjo Kumolo menginginkan Kepri tetap dalam suasana kondusif. Dengan dilantiknya Wakil Gubernur Kepri, waktu yang tersisa harus dimaksimalkan dengan kerja-kerja yang semakin baik lagi.

”Alhamdulillah, 27 Maret saya sudah ada wakil Gubernur,” kata Nurdin saat membuka konferensi pers di lantai dasar Gedung A Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (22/3) siang.

Konferensi pers ihwal pelantikan Wagub Kepri disampaikan setelah Nurdin melakukan pertemuan dengan Mendagri. Dalam pertemuan itu, Mendagri didampingi Dirjen Otda Sumarsono dan Plt Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Dari Kepri hadir juga Ketua DPRD Jumaga Nadeak dan Isdianto. Usai pertemuan itu, Gubernur Nurdin bersama Nadeak, Isdianto dan Sumarsono langsung menggelar konferensi pers.

Penetapan Isdianto sebagai Wakil Gubernur sisa masa jabatan 2016-2021 ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44/P/2018. Keppres itu ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Maret 2018.

Nurdin mengatakan, sebagai prajurit, dia tentu akan mengamankan semua ini. Nurdin menegaskan dia akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Ke depan, tentu dengan koordinasi bersama Ketua DPRD, anggota DPRD dan Wakil Gubernur.

Menurut Nurdin, kehadiran wakil gubernur ini akan dapat membantu kerja-kerja ke depannya. Apalagi menurut Nurdin dia memang agak kewalahan ketika menakhodai Kepri hanya sendiri. ”Kami mohon doa dari masyarakat semua supaya kami bisa bekerja secara maksimal. Jangan ada menterjemah lain-lain lagi,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, kehadiran Wagub membuat dia bisa juga menikmati waktu-waktu istirahat. Demikiam juga dengan pembagian kegiatan. Apalagi dalam pertemuan dengan Mendagri, kata Nurdin, Ketua DPRD menyampaikan bahwa dirinya sangat sering berada di lapangan.

Nurdin menegaskan pihaknya akan bekerja maksimal dalam waktu tiga tahun ini. Pelayanan kepada masyarakat, pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur dan lainnya akan semakin dimaksimalkan. ”Katakanlah saya mengambil kebijakan, Pak Wakil bersama Sekda dan OPD mengamankan kebijakan itu,” kata Nurdin.

Pelantikan ini juga, menurut Nurdin mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat. Bahkan beberapa kelompok masyarakat sering menanyakan kapan pelantikannya.

Nurdin mengatakan dia selalu menjawab bahwa semua itu berproses di Kementerian Dalam Negeri. Dijelaskan juga oleh Mendagri dan Dirjen Otda bahwa semuanya prosesnya ada di Kemendagri. ”Kini semua sudah jelas,” kata Bupati Karimun dua periode ini.

Soal berproses di Kemendagri juga ditegaskan Dirjen Otda Sumarsono. Lamanya proses ini ada pada regulasi. Peran Gubernur itu sifatnya administratif saja. Usulan dari gabungan parpol pengusung. Ini yang bikin lama dan gubernur harus menyampaikan dua nama. Seperti Sulawesi Tengah hari ini tiga nama terus. Sehingga tidak pernah disampaikan ke dewan.

”Dari sekian daerah yang terkesan kok lama dan disalahkan gubernurnya seolah gubernurnya menghambat, gubernurnya tidak mau ada wakil, kasihan gubernurnya. Padahal gubernurnya cuma administratif. Kemudian prosesnya ada di Kemendagri,” kata Sumarsono.

Sumarsono menyampaikan, sekarang menteri hanya ingin memastikan bahwa proses ini selesai. Setelah proses ini, Menteri mengharapkan, Gubernur, Wagub dan DPRD memberikan contoh Kepri adalah model pemerintahan yang harmonis dan terbaik di Indonesia. ”Jangan seperti Kalimantan Utara. Insya Allah 27 (Maret) pelantikan. Setelah itu mulai bekerja membangun Kepri yang berjaya,” kata Sumarsono.

Jumaga Nadeak mengatakan, dia sebagai Ketua DPRD Kepri menyampaikan apresiasi terima kasih kepada Mendagri dan Dirjen Otda dengan terbitnya Keppres ini. Dia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur saling mendukung dalam hal pelaksanaan pembangunan.

”Kami merawa puas. Kami warga dan masyarakat Kepri menerima dengan lapang dada keberadaan gubernur dan wakil gubernur untuk melaksanakan pembangunan di Provinsi Kepri. Dengan adanya gubernur dan wakil gubernur menjadi satu mudah-mudahan membawa kemajuan Provinsi Kepri,” kata Nadeak.

Jangan Kecewakan Masyarakat
Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri HM Soeya Respationo membenarkan kalau Isdianto akan dilantik jadi Wakil Gubernur Kepri, sisa jabatan 2015-2020 di Istana Negara, Jakarta.

Ia juga mengucapkan mengucapkan selamat kepada Isdianto. Ia berharap agar Isdianto dapat mengemban amanah sebagai Wagub dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

”Pada saat dilantik dan diambil sumpah nanti, agar betul-betul memperhatikan, memahami dan melaksanakan sumpah jabatan yang diucapkan,” kata HM Soerya Respationo, kemarin.

Mantan Wakil Gubernur Kepri ini juga minta kepada Isdianto dalam pelaksanaan tugas agar dapat bekerjasama dengan Gubernur Kepri dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. ”Jangan kecewakan dan melukai perasaan masyarakat,” harap Soerya.

Mantan Calon Gubernur Kepri di Pilkada Kepri tahun 2015 lalu itu juga minta agar Isdianto memahami dan harus dicamkan bahwa jabatan yang diemban itu adalah demi memajukan kesejahteraan masyarakat. ”Selamat Pak Isdianto bakal dilantik menjadi Wakil Gubernur Kepri harus memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” harapnya.

Rawan Digugat
Penasehat Hukum Gubernur Kepri Andi Asrun mengatakan, jika Isdianto dilantik Presiden RI Jokowi Dodo maka partai pengusung Sanur (HM Sani-Nurdin) harus siap terhadap segala macam kemungkinan.

Karena ketika Isdianto dilantik, maka seorang Isdianto tidak di dalam partai pengusung melainkan sudah bergabung ke pengurus partai lainnya. Melihat kenyataan tersebut, maka partai pengusung harus bersikap tegas menarik dukungan terhadap Isdianto, menyampaikan penarikan dukungan kepada Gubernur diteruskan ke DPRD dan Mendagri. ”Harusnya calon baru, pemilihan kembali. Karena status Pak Isdianto sudah tidak lagi tergabung di dalam partai pengusung,” tegas Andi Asrun.

Kemudian kalau seandainya nanti Presiden tanggal 27 Maret Isdianto dilantik, Andi kembali mempertegaskan partai pengusung mungkin kecewa. ”Pertama-tama pasti, sama-sama menyatakan kekecewaan, karena dia bukan tidak lagi partai pengusung. Apakah mereka akan menggugat, kalau menurut saya, kalau tidak lagi, partai pengusung harus mempertanyakan lebih jauh lagi. Kalau mereka tidak puas, mereka bisa menggugat,” tegas Andi.

Sedangkan Kuasa Hukum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Kuasa Hukum Dr Fauzi Bahar calon wagub Kepri, Ibrani mempertanyakan alasan pemerintah membuat keputusan bahwa Isdianto bakal dilantik.(MARTUNAS-ABAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here